Akses Utama, Pemkab Bekasi Diminta Segera Perbaiki Jembatan Ambles di Tambun
ASKARA - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diminta segera memperbaiki jembatan amblas di Graha Prima Tambun, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, agar tidak menimbulkan korban.
"Harus segera diperbaiki, jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki. Kondisi aspal di atas jembatan semakin hari semakin turun, makin amblas," kata Abdul (38), warga sekitar, Minggu, (28/2).
Abdul mengatakan, jembatan itu merupakan akses utama warga. Setiap hari, Jembatan Graha Prima yang menghubungkan Kecamatan Tambun Selatan dengan Tambun Utara itu dilalui kendaraan dengan intensitas yang tinggi.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan di ruas jembatan anbles tersebut. Jika terlalu lama dibiarkan, dikhawatirkan kondisinya akan semakin parah. Bukan tidak mungkin menelan korban jiwa.
"Itu lihat saja ramai kendaraan, jembatannya goyang khan. Apalagi truk lewat goyangnya terasa kelihatan banget. Makanya harus segera ditangani," jelas Abdul.
Warga sekitar lainnya Saban (50) menyebut jembatan amblas sejak empat hari lalu dan kondisi kerusakan jembatan kian parah dan sangat mengganggu aktivitas.
Pengendara yang hendak melintasi jembatan harus bergantian karena akses utama warga itu hanya bisa dilalui satu jalur saja.
"Jembatan ini memang sudah dalam kondisi rusak juga sebelumnya. Ada beberapa sisi tanggulnya tergerus air. Juga jalannya rusak, tapi sudah dicor diperbaiki hanya saja perbaikannya bersifat tidak permanen," ucapnya.
Sementara menunggu respons pemerintah, warga secara swadaya melakukan penambalan di sisi jembatan yang amblas walaupun hanya ala kadarnya menggunakan sisa pasir.
"Warga sangat berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan di jembatan yang dilintasi Kali Jambe itu," kata Saban.
Camat Tambun Selatan Junaefi mengatakan, perbaikan jembatan itu sudah menjadi skala prioritas pada Musrenbang 2021.
"Sudah dianggarkan sekitar Rp 300 juta. Namun kalau melihat kondisi jembatan sekarang sepertinya tidak memungkinkan anggarannya cukup," jelasnya.
Junaefi menambahkan, kondisi jembatan hanya bisa dilalui di sebagian sisi karena ada penambalan yang dilakukan swadaya oleh masyarakat. Pihaknya terus berkoordinasi kepada Pemkab Bekasi agar ada perbaikan sementara di lokasi itu. (kesatu)

Komentar