Kamis, 22 April 2021 | 03:33
NEWS

Daftar Kota Paling Toleran 2020, Salatiga yang Pertama

Daftar Kota Paling Toleran 2020, Salatiga yang Pertama
Ilustrasi toleransi (Dok Pixabay)

ASKARA - Setara Institute menyampaikan laporan indeks kota toleran (IKT) tahun 2020, yang disusun dengan mengutamakan praktik-praktik toleransi terbaik kota-kota di Indonesia.

Tujuan dari IKT untuk memberikan baseline dan status kinerja pemerintah kota dan pengetahuan bagi masyarakat tentang kondisi toleransi di 94 kota di Indonesia.

Pengukuran yang dilakukan Setara Institute menggunakan paradigma negative rights sesuai dengan karakter kebebasan beragama atau berkeyakinan yang merupakan rumpun kebebasan sipil-politik.

Indeks Kota Toleran juga memeriksa tindakan positif pemerintah kota dalam mempromosikan toleransi, baik yang tertuang dalam kebijakan, pernyataan resmi, respons atas peristiwa, maupun upaya membangun budaya toleransi di masyarakat.

"Kota toleran itu adalah kota yang pemerintah kotanya memiliki visi, rencana pembangunan, serta kebijakan yang inklusif, mendukung keberagaman, serta mempraktikan dan memajukan toleransi, baik bentuk perencanaan maupun pelaksanaan," kata peneliti Setara Institute, Halili dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (26/2).

Untuk scoring studi menggunakan skala numerik 1-7 dengan gradasi dari kualitas buruk ke baik. Skor 1 artinya paling buruk, dan 7 untuk paling baik.

Sebanyak 94 dari 98 kota menjadi obyek kajian Setara, karena sisa kota lainnya merupakan kota administratif di Jakarta yang tidak memiliki kewenangan politis.

Kota yang menduduki peringkat pertama sebagai kota toleran ialah Kota Salatiga. Salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah itu mendapatkan skor 6,717. Pada IKT 2020 ini naik satu peringkat dari IKT 2018, sebelumnya berada di peringkat kedua.

Di peringkat kedua adalah Kota Singkawang dengan skor 6,450. Posisi ini turun satu peringkat dibanding IKP 2018 yang menempatkan Singkawang sebagai peringkat pertama.

Peringkat ketiga ditempati Kota Manado dengan skor 6,200. Dibandingkan IKP 2018, Kota Manado naik 1 peringkat dari peringkat keempat.

Peringkat keempat adalah Kota Tomohon. Skor toleransi yang diraih Kota Tomohon sebesar 6,183. Kota tersebut naik empat peringkat dari urutan ke-8 pada IKT 2018.

Peringkat kelima ditempati oleh Kota Kupang dengan skor 6,037. Posisi ini naik 2 peringkat dibanding IKT 2018.

Peringkat keenam diduduki Kota Surabaya dengan skor 6,033. Posisi ini membuat Surabaya naik empat peringkat dari urutan ke-10 dibanding pada IKT 2018.

Peringkat ketujuh adalah Kota Ambon dengan skor 5,733. Pencapaian tersebut turun dua peringkat dari IKT 2018.

Posisi kedelapan diisi oleh Kota Kediri yang naik signifikan dari peringkat 29 pada IKT 2018. Kota Kediri meraih skor kota toleransi sebesar 5,583.

Sementara peringkat ke-9 ditempati Kota Sukabumi dengan skor 5,546. Peringkat kota yang berada di Jawa Barat ini juga naik signifikan dibanding IKT 2018 yang menempatkan kota tersebut di peringkat 20.

Di urutan ke-10 adalah Kota Bekasi yang meraih skor toleransi sebesar 5,530. Peringkat tersebut turun dari IKP 2018 yang menempatkan Bekasi di ranking enam.

Kendati demikian, penurunan peringkat itu tidak serta merta menjadikan Kota Bekasi mengalami kemunduran dalam kualitas toleransi. 

Sebab, komitmen toleransi Kota Bekasi termaktub dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD.

Komentar