Anies Jamin Ketersediaan Lahan Pemakaman Covid-19
ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan lahan tambahan untuk jenazah pasien Covid-19 masih tersedia. Namun, saat ini pihaknya memfokuskan menekan penularan virus.
"Sebenarnya secara ketersediaan lahan ada. Cuma kan kita semua fokus pada bagaimana memastikan bahwa penularan ini bisa kita tekan, kemudian mata rantai juga bisa diputus. Kalau soal lahan tentu disiapkan," jelasnya di Jakarta, Rabu (3/2).
Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah lahan untuk dijadikan pemakaman Covid-19. Tercatat total ada enam lahan tambahan yang disiapkan.
Di sisi lain, Anies berharap penambahan kasus dan angka kematian akibat Covid-19 segera turun.
"Secara tempat sudah ada enam lokasi tambahan tapi kita semua berharap agar tingkat kematian jangan sampai meningkat. Saat ini sekarang 1,6 persen di Jakarta," jelasnya.
Pemprov DKI mencatat sebanyak 13.300 jenazah telah dimakamkan dengan protap penanganan Covid-19 sejak awal Maret 2020. Diharapkan jumlah itu bisa ditekan.
Setiap hari rata-rata ada 92 jenazah di Jakarta dimakamkan dengan protokol Covid-19. Untuk itu, Pemprov DKI membeli 3,3 hektare lahan di lima lokasi untuk dijadikan pemakaman khusus Covid-19.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan, lima lokasi lahan tersebut berada di Srengseng Sawah, Dukuh, Semper, Joglo, dan Bambu Wulung.
"Satu petak makam membutuhkan luas lahan 3,75 meter persegi. Maka jumlah petak makam di lima lokasi itu diperkirakan memiliki kapasitas 8000 hingga 8800 makam," kata Suzi beberapa waktu lalu.
Kondisi lima calon lahan pemakaman itu masih berantakan karena belum ditata. Kelima lahan tempat pemakaman umum (TPU) tersebut dibeli menggunakan APBD Perubahan 2020 dengan total alokasi sebesar Rp 185 miliar.
Suzi menerangkan, TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Rangon yang dijadikan TPU khusus untuk pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 kini sudah penuh. Karena itu, Pemprov DKI melakukan penambahan lahan lagi.

Komentar