Kamis, 04 Juni 2026 | 10:23
NEWS

Lapan Duga Ada Kemiripan Dentuman Bali dan di Bone 2009 Silam

Lapan Duga Ada Kemiripan Dentuman Bali dan di Bone 2009 Silam
Ilustrasi gempa. (geo.tv)

ASKARA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan, dentuman yang terdengar warga di Pulau Bali, Minggu (24/1) ada kemiripan dengan jatuhnya asteroid di Bone, Sulawesi Selatan tahun 2009 lalu.

Kejadian itu tepatnya terjadi pada 8 Oktober 2009 silam. Kala itu, warga Bone mendengar ledakan disertai getaran pada kaca jendela rumah mereka dan melihat jejak asap di langit.

"Dugaan Lapan bahwa itu meteor besar, akhirnya mendapat bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound," kata Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin dalam keterangannya, Senin (25/1).

Dikatakan, data infrasound itu mengindikasikan adanya asteroid jatuh di Bone dengan perkiraan berdiameter 10 meter. Hal itu ada kemiripan yang terjadi di Bali.

Mengenai suara dentuman keras, warga di daerah Buleleng, Bali, mengaku menyaksikan benda bercahaya di langit yang kemudian jatuh di laut.

Menurut Thomas, seismograf milik BMKG juga mencatat adanya anomali dengan getaran 1,1 magnitudo.

"Bila dibandingkan dengan kejadian di Bone, ada kemiripan. Sehingga diduga ledakan di Buleleng juga disebabkan adanya asteroid besar yang jatuh," kata Thomas.

Dia menambahkan suara yang terdengar ledakan di Buleleng itu disebabkan oleh adanya gelombang kejut.

"Asteroid itu menimbulkan gelombang kejut yang terdengar sebagai ledakan. Diduga asteroid tersebut berukuran beberapa meter, lebih kecil daripada asteroid Bone," jelasnya. 

Pada Minggu (24/1) kemarin, warga di Pulau Bali ramai membicarakan suara dentuman keras, yang terdengar sore hari tepatnya pukul 10.27 WITA.

Informasi tentang adanya suara dentuman itu beredar di media sosial Twitter. Sejumlah warganet menyebutkan, suara dentuman tersebut berasal dari meteor yang jatuh, dan mendarat di daerah Buleleng, Bali.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, beberapa warga di Kintamani dan Besakih mengaku melihat objek langit semacam meteor yang melintas ke arah barat daya.

Warga Buleleng yang sedang upacara adat juga mengaku melihat objek melintas di langit. Ada juga warga nelayan di pantai Buleleng yang mengaku menyaksikan fenomena serupa.

"Jika laporan warga itu benar melihat meteor yang melintas di atas Bali, maka fenomena shockwave yang terjadi telah berubah menjadi gelombang seismik yang akhirnya dapat direkam oleh sensor gempa BMKG," ujar Daryono.

 

Komentar