Minggu, 07 Juni 2026 | 23:22
NEWS

5 Terduga Teroris di Aceh Dibekuk Densus 88, Barang Buktinya Ngeri Banget

5 Terduga Teroris di Aceh Dibekuk Densus 88, Barang Buktinya Ngeri Banget
Ilustrasi terorisme (Istimewa/Jawapos.com)

ASKARA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap lima orang terduga teroris di wilayah Aceh. 

“Penangkapan tersebut berlangsung di empat lokasi terpisah," ungkap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy dalam keterangannya, Minggu (24/1).

Kelima terduga teroris yang ditangkap di empat lokasi berbeda di Aceh, adalah RA (41) SA alias S (30), UM alias AZ alias TA (35), SJ alias AF (40) dan MY (46).

Dikatakan, kelima terduga teroris tersebut terlibat di dalam jaringan bom yang dilakukan di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu.

"Kelima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan bom Polrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau,” ungkap Winardy.

Menurut Winardy, para terduga teroris itu telah berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh.

“Serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan saat dilakukan penangkapan dari kelima terduga teroris adalah bahan pembuat bom, yakni 1 kilogram pupuk kalium nitrat, 250 gram the organic stop actived charcoal (bubuk arang aktif), sebotol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6mm, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi Bom.

Serta beberapa dokumen yakni buku catatan sebagai penyampaian pesan yang berisi ancaman terhadap TNI/Polri, pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.

“Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan Hijrah ke Khurasan, Afghanistan, ujar Winardy. Beberapa buku kajian ISIS dan Tauhid serta compact disk dan flashdisk," jelasnya.

Densus 88 juga berhasil diamankan 3 buah HP Android dan 3 buah HP biasa berbagai merk yang digunakan terduga teroris untuk berkomunikasi dengan jaringan dan kelompok teror.

“Termasuk alat-alat digunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju, besi dan busur panah, beberapa barbel besi,” pungkas Winardy.

Komentar