Ternyata Ini Penyebab Suku Togutil Serang Warga dengan Panah
ASKARA - Suku Togutil menyerang warga di Waijoi, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Di mana, aksi penyerangan seorang anggota Suku Togutil tersebut terekam video amatir warga dan diunggah di media sosial yang kemudian menjadi viral.
Polda Maluku Utara langsung merespons adanya kejadian tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara Kombes Adip Rojikan menyebutkan, kejadian itu terjadi di pedalaman Waijoi, Halmahera Timur beberapa hari yang lalu.
"Peristiwa itu terjadi akibat adanya kesalahpahaman antara masyarakat dan Suku Togutil," ujarnya, Sabtu (23/1).
Menurut Kombes Adip, kejadian itu akibat adanya salah paham antara Suku Togutil dengan warga yang akan menyeberang sungai.
"Di mana, kehadiran masyarakat di situ untuk memberikan bantuan beras. Namun di saat menjelang menyeberangi sungai salah satu anggota Suku Togutil mengarahkan panahnya ke masyarakat namun tidak melukai masyarakat," jelasnya.
Peristiwa penyerangan Suku Tugutil terhadap warga sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
"Terhadap peristiwa ini sudah ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Halmahera Timur," tandas Kombes Adip, dikutip Sindonews.
Sebelumnya beredar dua video penampakan Suku Togutil di jejaring sosial Facebook,Whatsapp serta Tik Tok. Kedua video itu dibagikan pertama kali oleh akun FB Pesona Maluku Utara dengan tagline irama panggilan Suku Togutil ketika terancam.
Dalam video pertama yang berdurasi 38 detik terlihat dua warga sedang menyeberangi sungai dengan membawa bahan makanan di Waijoi. Lalu seorang pria yang diduga Suku Togutil keluar dari dalam hutan di seberang sungai dan berteriak seakan-akan meminta bahan makanan yang dibawa warga. Namun, dalam hitungan detik, pria yang memegang panah dan busur itu pun langsung memanah warga sambil mengeluarkan suara keras khas Suku Togutil.
Sementara pada video kedua terlihat seorang Suku Togutil keluar dari dalam hutan di seberang sungai dengan membawa senjata tajam nampak tengah memapas semak-semak. Pria itu juga nampak mengawasi warga yang akan melintasi sungai.

Komentar