Minggu, 16 Mei 2021 | 00:29
JAYA SUPRANA

Menerawang Empire

Menerawang Empire
Majapahit Empire (Dok Jaya Suprana)

Saya selalu merasa gamang ketika berusaha menerjemahkan istilah empire  ke dalam bahasa Indonesia. Meski di kamus Inggris-Indonesia lazimnya empire diterjemahkan sebagai kekaisaran namun saya merasa kurang  sreg terhadap istilah tersebut. Demikian pula kerajaan secara kuantitif terasa terlalu kecil sementara kemaharajaan terkesan keindia-indiaan. Istilah emporium juga sudah terlalu kerap dimanfaatkan untuk pertokoan. Maka saya memilih untuk tetap menggunakan istilah dalam bentuk aslinya saja yaitu empire. 

Empire

Istilah empire kebetulan cocok dengan judul buku best-seller Paul Strathern yaitu Empire dengan sub judul A New History of The World. Di dalam buku tersebut, Strathern menampilkan sepuluh Empire yang dianggap penting untuk ditampilkan sebagai contoh Empire sebagai berikut Akkadian Empire, Roman Empire, Umayyan-Abbasid Empire, Mongol Empire, Yuan Empire, Aztek Empire, Ottoman Empire, British Empire, Russian Empire  dan American Empire. Tanpa mengecilkan penghargaan terhadap upaya Paul Strathern menampilkan kesepuluh Empire yang melayak disebut sebagai Empire itu, tersimpulkan bahwa buku Empire memang sengaja atau tidak sengaja membatasi ulasan hanya pada sepuluh Empire tersebut. Sementara Neil Fergusson malah membatasi diri pada Indian Empire yang kemudian menjadi bagian dari British Empire.

Afrika, Oceania, Indonesia

Menurut saya sub-judul A New History of The World terlalu dumeh alias jumawa sebab Paul Strathern sama sekali tidak merambah sampai ke Afrika padahal ada Mali Empire, Kush Empire, Songhai Empire, Aksum Empire, Carthage Empire, Mutapa Empire, Ghana Empire, Mossi Empire, Zimbabwe Empire yang memang jarang ditulis oleh para sejarawan Barat. Strathern juga tidak berkisah tentang bangsa-bangsa Oceania yang pada tahun 1795 dipersatukan oleh Kamehameha I menjadi Oceania Empire. Dapat dimaklumi pula bahwa Indonesia juga sama sekali tidak tersentuh oleh sang penulis Inggris yang memperoleh Anugrah Sommerset Maugham sebab Indonesia memang tidak terlalu lama menjadi koloni Inggris. Maka secara subyektif Paul Strathern tidak sempat menampilkan para empire yang berada di persada Nusantara seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Syailendra, Mendang-Mataram, Majapahit, Yogyakarta dan Mataram. Apalagi Sunda Empire.

Komentar