Beri Santunan, Pertamina Apresiasi Petugas SPBU yang Tegur Konsumen Merokok
ASKARA - Pertamina memberikan apresiasi kepada operator SPBU yang dikeroyok karena menegur konsumen merokok pada Rabu (13/1) sekitar pukul 23.00 WITA.
Video pengeroyokan yang terekam CCTV SPBU 74.902.38 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar tersebut menjadi viral. Korban bernama Fikram dianiaya orang tidak dikenal karena mengingatkan konsumen untuk tidak merokok saat mengisi BBM di SPBU.
Sales Area Manager Sulseltra Probo Prasiddhayu menjenguk Fikram di Rumah Sakit Wahidin untuk memberikan santunan pengobatan dan apresiasi karena telah menegakkan aturan safety di SPBU dengan benar.
Kejadian bermula saat seorang konsumen dalam keadaan terpengaruh alkohol ingin mengisi BBM jenis premium dengan menggunakan sepeda motor, namun karena konsumen tersebut sedang merokok maka Fikram tidak mau melayani dan melaporkannya kepada pengawas SPBU atas nama Wandi yang kemudian memberikan teguran kepada konsumen.
Tetapi, pelaku tidak terima dengan teguran pihak SPBU dan pergi dari tempat tersebut. Tak lama kemudian, konsumen tersebut datang bersama empat orang temannya menggunakan dua unit sepeda motor membawa senjata tajam dan langsung menganiaya semua operator SPBU. Akibatnya satu korban yakni Fikram mengalami luka tebas di bagian kepala dan tangan.
Korban langsung dilarikan ke RS Wahidin untuk mendapatkan pertolongan pertama dan kejadian itu dilaporkan ke Polrestabes Makassar.
Unit Manager Communication Relations & CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa di SPBU memang dilarang merokok, menggunakan kamera dan menelepon saat melakukan pengisian atau berada di dekat dispenser karena dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran.
"Bahaya kebakaran bisa timbul dikarenakan saat pengisian dan di area sekitar dispenser ada uap api yang dapat mengakibatkan kebakaran. Kebakaran akan terjadi apabila uap api tersebut mendapat pemantik atau mendapat penghantar panas dari blitz kamera, sinyal telepon dan tentu saja bara api," jelasnya.
Kejadian yang baru saja terjadi itu hendaknya dapat disikapi secara dewasa, karena tujuan operator mengingatkan demi keselamatan bersama.
"Masyarakat kami minta untuk turut disiplin ketika di SPBU dan mengingatkan apabila ada sesuatu yang mengakibatkan kebakaran di SPBU," pungkas Laode, diberitakan Sindonews.

Komentar