Alasan Jokowi Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin
ASKARA - Presiden Joko Widodo meminta seluruh rakyat Indonesia bersabar menanti program vaksinasi Covid-19 karena pemerintah masih melakukan proses.
Satgas Penanganan Covid-19 menyebut, vaksin Covid-19 sedang didistribusikan ke berbagai daerah. Meskipun tahap uji klinis fase 3 belum selesai dilakukan.
"Sedang menanti vaksin Covid-19? Sabar. Saya juga. Vaksinnya sudah ada dan mulai didistribusikan ke daerah," tulis Presiden Jokowi melalui akun @jokowi di Twitter, Kamis (7/1).
Badan Pengawas Obat dan Makanan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi vaksin yang sedang berjalan. Serta melakukan pengawasan dan evaluasi pengadaan vaksin secara berkala mulai dari tahapan pre klinik, sampai dengan uji klinik fase 1, 2 dan 3 yang sedang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.
Sambil menunggu penerbitan izin penggunaan darurat dari BPOM, vaksin juga sedang melalui uji kehalalan oleh Majelis Ulama Indonesia.
Jika izin sudah keluar, Presiden Jokowi memastikan vaksinasi segera dilakukan. Sekaligus dirinya menjadi orang pertama yang disuntik vaksin produksi Sinovac tersebut. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamaman vaksin terhadap masyarakat.
"Mengapa presiden jadi yang pertama? Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap saja," kata Presiden Jokowi.
Saat ini, 3 juta vaksin Sinovac mulai didistribusikan ke daerah. Namun proses vaksinasi kepada masyarakat harus menunggu izin penggunaan darurat terlebih dahulu. Pemerintah telah mendistribusikan 700 ribu dosis vaksin ke 34 provinsi
Presiden Jokowi memastikan bahwa proses distribusi vaksin akan terus berlanjut mengingat Indonesia telah mengamankan 3 juta dosis vaksin.
Untuk tahap pertama, vaksin akan diberikan kepada para tenaga kesehatan mulai dari dokter hingga perawat di rumah sakit. Kemudian para TNI, Polri, dan guru, berlanjut ke masyarakat luas.

Komentar