Minggu, 07 Juni 2026 | 16:18
NEWS

Keluarkan Guguran Awan Panas, Status Merapi Masih Siaga

Keluarkan Guguran Awan Panas, Status Merapi Masih Siaga
(BPPTKG)

ASKARA - Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, adanya kejadian guguran awan panas Gunung Merapi pada Kamis (7/1) pukul 08.02 WIB. 

Berdasar laporan itu, awan panas tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimal 28 milimeter dan durasi 154 detik.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, awan panas tersebut meluncur dan mengarah ke hulu Kali Krasak. Cuaca dilaporkan berawan di sekitar Gunung Merapi saat terjadi guguran awan panas.

"Arahnya ke Kali Krasak dengan tinggi kolom abu 200 meter," jelas Hanik dalam keterangannya, Kamis (7/1).

Menurutnya, jarak guguran dari awan panas tersebut tidak teramati secara visual karena tertutup kabut. Namun apabila melihat dari rekaman amplitudo dan data rekaman seismiknya diperkirakan tidak lebih dari 1 kilometer.

"Jaraknya ini tidak teramati (secara visual) karena tertutup kabut. Kelihatan di pucuknya saja. Kalau melihat durasinya ini jaraknya pendek," kata Hanik.

"Kurang dari satu kilometer. Karena dari seismiknya kan cuma 154 detik dan amplitudonya 28 milimeter, jadi ini kecil. Awan panas kecil yang terjadi," tambahnya.

Lebih lanjut, Hanik menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi tersebut merupakan guguran dan bukan letusan. "Betul. Awan panas guguran (bukan letusan)," cetus Hanik.

Guguran awan panas tersebut diperkirakan adalah berasal dari gundukan yang terbentuk pada periode sebelumnya, yakni sejak Kamis (31/12) lalu dari lava 1997, yang kemudian meluncur ke arah barat daya menuju Kali Krasak.

"Kan kemarin terjadi adanya gundukan kecil. Diperkirakan itu yang (kemudian) terjadi awan panas," ungkap Hanik.

Menyinggung mengenai penetapan status Gunung Merapi dengan melihat adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Saat ini pihaknya belum menaikkan status dan masih bertahan pada Level III atau 'Siaga'."Status masih sama (Siaga)," tandas Hanik.

Komentar