Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:10
NEWS

Soal Temuan Drone Bawah Air Tiongkok, Begini Penjelasan KSAL

Soal Temuan Drone Bawah Air Tiongkok, Begini Penjelasan KSAL
Temuan drone bawah air (Twitter)

ASKARA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan terkait ditemukannya drone asal Tiongkok yang masuk perairan Indonesia. 

Kapal nirawak itu disebut digunakan untuk mengambil beragam data kelautan.
 
"Fungsinya juga mengumpulkan data altimetri bawah laut, sanitasi, kedalaman, arah arus, dan sebagainya," kata Yudo, Senin (4/1). 
 
Menurut Yudo, kapal nirawak ini berupa underwater sea glider. Alat itu dijatuhkan dari kapal laut untuk menjalankan misi pencatatan arus, isi, dan kedalaman laut.

Benda itu dilengkapi dengan sensor untuk mencatatkan data di dalam laut. Pergerakan alat ini mengikuti arus di laut, tetapi bisa dikendalikan dari jarak jauh.
 
"(Alat) ini dapat bertahan sampai dua tahun beroperasi di laut," ujar Yudo.

Benda itu mengirimkan data-data kepada satelit ketika muncul di permukaan laut. Pemilik tidak perlu mengangkat kapal nirawak itu ke darat untuk mengambil data.
 
Kapal bawah air nirawak ditemukan di Pulau Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, oleh nelayan beberapa waktu lalu. Benda asing itu kemudian diamankan ke pangkalan TNI Angkatan Laut.

Komentar