Faisal Basri: Tolong Pak Sandiaga, Jangan Promosi Wisata Dulu
ASKARA - Ekonom senior Faisal Basri meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno tak terlalu gencar mempromosikan sektor pariwisata saat masih terjadi pandemi Covid-19. Mengingat kasus baru di Indonesia masih tinggi.
Menurutnya, pemerintah belum sepenuhnya mampu menangani bencana non alam itu selama 10 bulan terakhir. Itu tercermin angka positif virus corona terus melonjak.
“Tolong Pak Sandiaga, jangan promosi pariwisata dulu. Siapkan infrastruktur yang pokok sehingga pasca-Covid, sektor pariwisata lebih cepat pemulihannya,” kata Faisal Basri dalam keterangan yang diterima Askara, Senin (4/1).
Di Indonesia saat ini, kasus aktif tercatat mencapai lebih dari 100 ribu dengan penambahan pasien yang terinfeksi corona menyentuh 7.000 per hari. Sementara beberapa negara telah mampu menangani pandemi tersebut dan menekan penyebaran virus corona.
Mestinya Indonesia berkaca dari negara lain, seperti Iran yang mampu menekan penyebaran wabah dari 500 kasus per hari menjadi 100 kasus per hari.
Salah satu caranya, pemerintah mesti konsisten menerapkan kebijakan dan mempercepat pengetesan.
“Pemerintah sekarang takut meningkatkan testing. Kemampuan testing hari libur cuma 20 ribuan. Padahal India satu juta per hari,” ucap Faisal. Padahal, pengetesan corona di Indonesia membutuhkan 100 ribu kali per hari.
Ekonom dari Universitas Indonesia itu menilai, pemerintah bisa meminta bantuan negara lain untuk mendatangkan relawan, semisal dari Kuba. Faisal mencontohkan kini Eropa telah meminta bantuan negara tersebut.
Mengingat relawan medis Kuba sebelumnya dikenal telah berpengalaman menangani kasus Ebola. Tentu bila pemerintah tak segera mampu menangani Covid-19, kepercayaan wisatawan, khususnya turis asing itu rendah. “Sebelum pandemi saja confident-nya cuma 22 persen,” imbuh Faisal.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan kunjungan 7 juta wisatawan mancanegara di tahun ini. Target tersebut disesuaikan dengan masih adanya pandemi Covid-19 di Tanah Air.
"Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor yang paling terdampak covid-19. Kemenparekraf menyesuaikan proyeksi kunjungan wisman 2021 sebesar 4 juta-7 juta wisman," kata Sandiaga.
Kunjungan wisatawan ke Indonesia sepanjang 2020 turun drastis, hanya 3,56 juta, atau turun 70,57 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 sebesar 12,1 juta wisman. Karena itu, kementeriannya akan kembali menggenjot kedatangan wisman di tahun ini.
Untuk mewujudkan target tersebut, Sandiaga akan fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur, utamanya di lima destinasi superprioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Komentar