Kena Tilang, Sopir Truk Ngotot Lebih Paham Hukum
ASKARA - Sebuah video menunjukkan sopir truk terjaring razia kendaraan di Jalan Pasir Putih, Riau.
Petugas kepolisian lalu lintas memeriksa surat-surat kendaraan semuanya lengkap. Hanya masa berlaku buku KIR yang mati. Sehingga polisi memberikan surat tilang dan menahan STNK. Si sopir lantas kebingungan karena pajak STNK miliknya masih hidup.
Alhasil dia protes kepada polisi lalu lintas itu yang seharusnya menahan buku KIR bukan STNK. Akan tetapi, pernyataan itu tak diindahkan dan petugas tetap menahan surat kendaraan tersebut.
"STNK-nya kenapa bapak tilang? tanya Hermanto sopir truk tersebut.
"Karena KIR-nya mati," jawab polisi.
"KIR bapak tahan, jangan STNK. Ini menang bapak sendiri, tak boleh begitu," Hermanto menjelaskan.
Menurut Hermanto, seharusnya polisi menahan dokumen KIR jika ada sopir truk kedapatan melanggar atau tidak bisa menunjukkan keterangan uji KIR. Keputusan polisi itu dipertanyakan mengenai dasar hukum aturannya.
"Ini peraturan dari mana STNK bapak tahan? kalau memang KIR-nya salah bapak tilang KIR-nya," ucap Hermanto keberatan.
Polisi itu bersikukuh tetap menahan surat kendaraan milik sopir tersebut. Sembari mengingatkan kembali bahwa buku KIR milik Hermanto sudah habis masa berlakunya.
"KIR bapak mati kok bapak pula yang mengatur petugas. Kalau KIR itu mati kita tidak dapat nahan surat KIR-nya. STNK-nya kita tahan," jawab polisi lalu lintas itu.
Hermanto terlihat makin kesal dengan perilaku petugas polisi lalu lintas itu. Ketika dia meluapkan keberatannya, petugas tersebut malah meminta menyampaikannya di pengadilan.
"Saya tidak terima ini. Pajak hidup, plat kendaraan hidup. Apa pula bapak tahan STNK, saya tidak terima. Arogan kamu semua," katanya.
Dia juga menduga bahwa razia tersebut digelar secara tidak resmi karena tidak ada plang pemberitahuan.
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Pasar Putih, Pekanbaru, Riau pada Desember 2019 lalu namun kembali viral di media sosial. Salah satunya di jejaring Facebook. Banyak warganet yang mencibir kejadian itu.
"Pemerintah sekarang sudah tutup mata melihat orang susah dizolimi. Semoga Allah melaknat secepat mungkin. Amin ya Rob," kritik akun Rudi B.
"Mantab. bapak yang video memang seharusnya kita harus lawan kezoliman seperti itu pak," kata akun Chiks Perak.
"Saya cuma bisa bilang kasian sama rakyat kecil yang selalu dijadikan objek pemerasan, tapi pemerintahnnya seperti tutup mata," akun Sanjaya berpesan.

Komentar