Ridwan Kamil Tak Disuntik Vaksin Gratis Seperti Jokowi, Ini Alasannya
ASKARA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tidak akan disuntik vaksin Covid-19 Sinovac yang telah dibeli pemerintah pusat. Lantaran sudah disuntik vaksin yang saat ini tengah dilakukan uji coba.
Terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang saat ini ada di Indonesia. Pertama, vaksin dari Biofarma yang sudah menjalankan fase 3 uji klinis. Kebetulan, Ridwan Kamil jadi relawan dan kedua vaksin yang dibeli pemerintah pusat.
"Vaksin dibagi dua, langsung dan yang di Biofarma. Saya sendiri setelah konsultasi dengan Pak Doni (Satgas) tidak diizinkan vaksin lagi nanti takut akan tercampur dengan vaksin yang diuji coba di Biofarma," ujar Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Bandung, Senin (28/12).
Sementara, beberapa tokoh hingga Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum akan disuntik vaksin Sinovac hasil pembelian pemerintah pusat. Ada 107 juta orang yang bakal mendapat vaksinasi tahun depan.
"Kemungkinan tokoh-tokoh Jabar yang mengikuti teladan Pak Presiden mulai dari Wagub dan pejabat lainnya yang ditentukan, baru lain-lain mengikuti," tuturnya.
Mengenai vaksin sendiri, Emil sapaan akrabnya menyebut Jabar membutuhkan 67 juta dosis vaksin. Pihaknya juga sudah mengajukan ke pemerintah pusat terkait hal itu.
Di samping itu, sambil menunggu ketersediaan vaksin, Pemprov Jabar menyiapkan fasilitas lain dari lokasi penyuntikan hingga tenaga kesehatan yang akan menyuntikan vaksin kepada masyarakat.
"Terkait vaksin kita sudah menghitung, Jabar minimal membutuhkan 67 juta dosis vaksin. Sudah siap kurang lebih 1.000 Puskesmas dan 90 rumah sakit, sudah dilatih dalam pemberian vaksin kemungkinan diselenggarakan di minggu ketiga bulan Januari," tandas Kang Emil.
Target masyarakat vaksinasi yang dipatok pemerintah adalah mereka yang berusia 18-59 tahun. Menurut pemerintah, ada 160 juta orang yang berada di rentang usia itu.
Apabila total penduduk Indonesia tahun ini mencapai 270 juta jiwa, maka target usia vaksinasi hanya menjangkau 59,2 persen saja dari total populasi penduduk Indonesia.
Selain itu, pemerintah mematok 60 persen dari total 160 juta penduduk berusia 18-59 tahun yang akan menerima vaksin Covid-19 dengan status Emergency Use Authorization (EUA) pada 2021.

Komentar