Senin, 08 Juni 2026 | 12:56
NEWS

Bupati Bogor Antisipasi Kerumunan Saat Pemakaman Laskar FPI

Bupati Bogor Antisipasi Kerumunan Saat Pemakaman Laskar FPI
Bupati Bogor Ade Yasin. (Antara)

ASKARA - Bupati Bogor Ade Yasin mengaku telah menyiagakan tim pengamanan jelang pemakaman enam laskar FPI yang tewas ditembak polisi.

"Satgas Covid-19 dari pemkab, polres, kodim, dan seluruh pihak lainnya untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kerumunan yang melanggar prokes (protokol kesehatan)," katanya, Selasa (8/12).

Ade Yasin bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Bogor mengaku terus melakukan koordinasi dalam mengantisipasi terjadinya kerumunan orang.

Menurutnya, menyiagakan pasukan itu merupakan bentuk antisipasi meski belum ada informasi yang pasti tentang rencana pemakaman anggota FPI di sekitaran Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat, Megamendung.

"Saya kalau itu belum update akan dimakamkan di mana. Kan kalau pemakaman itu keinginan keluarga ya, tidak bisa saya atur juga," kata Ade Yasin yang juga ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor.

Ade Yasin berharap, ketika jenazah laskar FPI dimakamkan di Megamendung tidak ada kerumunan orang seperti yang terjadi saat kedatangan petinggi FPI Rizieq Shihab di Ponpes Agrokultural Markaz Syariat pada 13 November.

Adapun, enam jenazah pengawal Rizieq disemayamkan di Masjid Al Islah, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat setelah diambil dari RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati.

"Kita semayamkan semuanya di Masjid Al Islah Petamburan," kata Muslih, paman dari Andi Oktiawan, salah satu pengawal Rizieq yang tewas.

Menurut Muslih, keluarga mensalatkan jenazah almarhum sebelum dimakamkan di sejumlah lokasi pemakaman. Terkait lokasi pemakaman diserahkan kepada masing-masing keluarga.

"Jadi tidak semuanya dimakamkan dalam satu lokasi, diserahkan kepada keputusan keluarga. Kalau kami rencana di Megamendung," jelasnya. (dbs/ant)

Komentar