Selasa, 09 Juni 2026 | 08:45
NEWS

Survei CPCS: Rizieq Shihab Masuk Daftar Capres Terkuat

Survei CPCS: Rizieq Shihab Masuk Daftar Capres Terkuat
Petinggi FPI Rizieq Shihab. (Bbc/Getty Images)

ASKARA - Meski menyulut banyak kontroversi, nama Rizieq Shihab tetap memiliki banyak pendukung. Bahkan tidak sedikit yang menginginkan dia menjadi presiden Indonesia selanjutnya. 

Survei yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan Rizieq punya peluang menjadi presiden. Bayangkan, belum sampai sebulan di Tanah Air, petinggi FPI itu sudah menembus jajaran empat besar. 

"Habib Muhammad Rizieq Shihab berhasil masuk ke urutan keempat capres terkuat dengan elektabilitas 7,1 persen, membayangi posisi yang dicapai Prabowo, Ganjar, dan Kang Emil," ungkap Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta S.K. dalam keterangan pers, Rabu (25/11). 

Menurut Okta, Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dengan elektabilitas 19,2 persen. Di posisi kedua ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 16 persen diikuti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 11,3 persen. Kemunculan Rizieq menggusur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kini berada di urutan lima dengan elektabilitas 6,6 persen. Di bawahnya ada mantan wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan elektabilitas 5,8 persen. 

"Munculnya Habib Rizieq menggerus elektabilitas Kang Emil, Anies, dan Sandi," katanya. 

Okta mengatakan, ketiga tokoh itu paling terdampak oleh Rizieq lantaran memiliki basis pemilih yang sama. Sebaliknya, basis pemilih yang resisten terhadap Rizieq memberikan tambahan elektabilitas kepada Prabowo dan Ganjar.

"Pendatang baru selain Habib Rizieq adalah capres muda Giring Ganesha yang merupakan pelaksana tugas ketua umum Partai Solidaritas Indonesia dengan elektabilitas mencapai 1,7 persen pada urutan ke sepuluh," jelas Okta. 

Survei CPCS digelar pada 11-20 November 2020 dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpnn)

Komentar