Ihsanudin: Pilkada Momentum Pemimpin Pro Rakyat untuk Menang
ASKARA - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra Ihsanudin menilai bahwa pikiran rakyat Karawang sangatlah rasional dan dipastikan cerdas dalam memilih calon pemimpin.
"Pilkada Karawang ini justru jadi momen pasangan calon dalam mengadu gagasan, visi dan misi apakah bisa diterima rakyat atau tidak. Rekam jejak juga mempengaruhi referensi politik pemilih di daerah ini," jelasnya kepada wartawan, Selasa (24/11).
Bahkan, Ihsanudin berpendapat bahwa, Pilkada Karawang 2020 merupakan momentum emas bagi pemimpin yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil dalam memenangkan pertarungan politik.
"Ini sangat logis dan jadi momen bagi paslon yang pro rakyat untuk memenangkan Pilkada Karawang," katanya.
Sebagai kader Gerindra, Ihsanudin mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pasangan Jimmy-Yusni yang secara sederhana dan logis telah menerjemahkan visi pemerintahannya dengan mengeluarkan tiga kartu sakti untuk mengatasi lonjakan pengangguran dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Karawang. Ketiga kartu itu adalah Kartu Wirausaha, Kartu Tani/Nelayan dan Kartu Guru Ngaji.
"Gagasannya sederhana tapi brilian. Sudah terbukti mendapat respon positif yang massif dari masyarakat Karawang," ujar Ihsanudin.
Ihsanudin menilai, tiga kartu tersebut menjadi wujud keberpihakan Jimmy-Yusni yang diusung Partai Gerindra, PKB, dan Partai Hanura sebagai gerakan terobosan dan pembelaan terhadap petani, nelayan, wirausaha termasuk di dalamnya pengangguran dan guru ngaji yang selama ini kurang diperhatikan pemerintah.
"Ketiga kartu ini bagian dari follow up kontrak politik yang sudah ditandatangani paslon Jimmy-Yusni. Komitmennya lebih konkret melalui kartu keberpihakan," jelasnya.
Melalui kartu tersebut, lanjut Ihsanudin, petani, nelayan, wirausaha termasuk pengangguran, dan guru ngaji bakal mendapatkan insentif lebih dan program prioritas pemerintahan ke depan selain menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) Karawang sendiri.

Komentar