Kasus Covid-19 Melonjak, Anies Salahkan Libur Panjang
ASKARA - Kondisi penyebaran Covid-19 di Jakarta belakangan ini cukup mengkhawatirkan. Kasus positif kembali melonjak yang salah satunya disebabkan libur panjang pada Oktober lalu.
Gubernur Anies Baswedan mengatakan, pada periode 1-12 September dalam waktu singkat terjadi lonjakan active case naik 49 persen. Lalu dalam enam bulan mengontribusi 17 persen kematian, dan dalam 12 hari itu kontribusi 25 persen.
"Hanya 12 hari dibandingkan enam bulan kontribusi kasusnya itu 25 persen. Jadi kenapa kita harus melakukan emergency break, itu situasinya memang berbahaya," kata Anies dalam keterangan virtual, Selasa (24/11).
Ketika pelaksanaan PSBB darurat kembali diberlakukan sampai pertengahan Oktober, kasus aktif Covid-19 diklaim berhasil turun. Namun akhir Oktober angka kasus positif kembali naik karena adanya libur panjang.
"Kalau melihat sekarang alhamdulillah we did it, drop kemudian turun ke bawah. Tapi ketika mulai turun. Tahu-tahu ada long weekend, konsekuensinya kita mulai lihat kenaikan lagi," tutur Anies.
Kondisi itu menyebabkan kapasitas di tempat isolasi mandiri, ICU, dan sebagainya juga ikut naik turun. Tercatat, per hari ini, ada 69 persen ICU yang terpakai kemudian kamar isolasi 75 persen.
"Tempat isolasi mandiri terpakai 53 persen, ini sempat turun. Angka isolasi kita bahkan hanya 21 persen yang terpakai, sekarang mulai naik lagi. Ini kita harus hati-hati lagi, ekstra," papar Anies.
Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, jumlah kasus positif di Jakarta tertinggi pada Senin (23/11).
Data Kementerian Kesehatan, DKI Jakarta menyumbang 1009 orang dinyatakan positif Covid-19. Saat ini kasus kumulatifnya menjadi 128.173.

Komentar