Vaksin Covid-19 Harus Sesuai Karakteristik Masyarakat Indonesia
ASKARA - Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan Indonesia terbuka terhadap kandidat vaksin manapun. Pemerintah cermat dan ketat memutuskan kerjasama pengadaan vaksin Covid-19.
"Vaksin Covid-19 yang akan digunakan harus sesuai, dengan karakteristik masyarakat Indonesia dan sesuai sarana pendukung lainnya seperti cold chain," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Selasa (17/11).
Penetapan kandidat vaksin ini harus melalui proses pengawalan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM). Ditambah lagi, harus memiliki kajian berdasarkan studi ilmiah.
Vaksin yang nantinya akan digunakan di Indonesia, harus lolos uji klinis tahap 1, 2, dan 3 serta memperoleh emergency use authorization (EUA) dari Badan POM.
Terpisah, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin menuturkan, ada dua sumber kandidat vaksin untuk Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia.
Sebelumnya pemerintah telah membagi vaksinasi menjadi dua jenis yakni vaksin program pemerintah dan vaksin mandiri. Vaksin dibutuhkan untuk program pemerintah sebanyak 73,96 juta dosis vaksin untuk 32,15 juta orang.
"Beberapa kandidat untuk vaksin program pemerintah ada dua sumber yang bisa kita dapatkan," tutur Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (17/11).
Dua kandidat tersebut yang pertama berasal dari vaksin Sinovac sebanyak 58 juta dosis. Vaksin Sinovac yang berasal dari China tersebut saat ini juga sedang dalam uji klinis di Indonesia.
Indonesia juga menjadikan kandidat vaksin asal Amerika Serikat (AS) yaitu Novavax sebagai kandidat vaksin mandiri di Indonesia. Dosis ditargetkan dari Novavax sendiri sebanyak 30 juta dosis.
Vaksin kedua, berasal dari kerjasama multilateral di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni Covax. Sebanyak 16 juta dosis vaksin akan didapatkan melalui kerjasama tersebut.

Komentar