Senin, 08 Juni 2026 | 06:07
NEWS

MUI Desak Presiden Prancis Cabut Pernyataannya Soal Islam

MUI Desak Presiden Prancis Cabut Pernyataannya Soal Islam
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Schengen Visa)

ASKARA - Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas menyebut pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyudutkan agama Islam dapat menyulut permusuhan. 

Terlebih, Macron membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad oleh majalah satire Charlie Hebdo. Hal itu menuai berbagai kecaman dituduhkan kepadanya. 

Anwar Abbas mengatakan, bahwa pernyataan Islamophobia oleh Macron yang menyebut penghinaan terhadap Nabi Muhammad sebagai bentuk kebebasan berekspresi tidak dapat diterima. Karena kebebasan ada batasnya.

"Saya meminta Macron agar mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam. Kita tidak bisa menerima alasannya, karena dia menghormati dan melindungi kebebasan berekspressi rakyatnya," kata Anwar dalam keterangannya, Rabu (28/10).

Jika kebebasan bereskpresi tidak dapat ada batasnya, dikhawatirkan dunia akan menimbulkan kekacauan. Maka itu, Macron harus menerapkan konsep kebebasan bereksperesi dengan benar. 

"Kita mengingatkan Macron dan masyarakat dunia agar meletakkan konsep kebebasan ditempat yang tepat. Sebab bila tidak, bisa menyeret dunia kepada kekacauan dan permusuhan," cetusnya  

Serta akan memunculkan dendam yang berkepanjangan dan tidak akan kunjung berakhir. Karenanya Macron harus meminta maaf, supaya masalah ini tidak menimbulkan keserasahan. 

"Kita mengharapkan agar Macron secepatnya mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," imbuh Ketua PP Muhammadiyah itu.

Anwar meyakini jika Presiden Prancis itu mau menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada umat Islam pasti akan dimaafkan. 

"Saya yakin dan percaya bila yang bersangkutan mau meminta maaf atas sikap dan tindakannya tersebut. Maka umat Islam tentu pasti akan memaafkannya," jelasnya. 

"Sehingga api permusuhan yang sudah menyala tersebut akan bisa padam secepatnya, karena umat Islam adalah umat yang pemaaf dan cinta damai," tandasnya. 

Komentar