Nasi Campur Mbah Cikrak, Kuliner Legendaris Kota Pahlawan
ASKARA - Hai teman traveler. Makanan favorit kamu apa nih? Kita sebagai orang Indonesia pasti sudah familiar dengan rasa makanan yang beragam, mulai dari manis, asin, gurih, pedas, asam, dan lain-lain. Masing-masing daerah memiliki ciri khas yang pastinya unik dan menggugah selera.
Tapi, gimana kalau semua rasa yang beragam itu ada dalam satu hidangan aja? Penasaran? Yuk, simak yang satu ini!
Nasi campur merupakan hidangan yang terdiri dari nasi dan berbagai lauk-pauk di atasnya. Oleh karenanya ia disebut nasi campur. Lauk yang digunakan biasanya olahan daging, ayam, tahu, tempe, ikan dan lain-lain tergantung warung yang menyajikannya. Nah, di Surabaya ada nasi campur yang legendaris nih, namanya Nasi Campur Mbah Cikrak.
Nasi Campur Mbah Cikrak berada di Jalan Undaan Wetan Gang 4 Nomor 23, Genteng, Surabaya. Lokasinya masuk ke dalam gang. Kalau naik motor harus nuntun dulu sejauh 100 meter, kalau naik mobil mesti parkir di depan gang. Meskipun harus blusukan dan tempatnya tidak begitu luas, jangan salah nih, rasanya seperti Anda menjadi.. ah, mantaplah pokoknya! Jam operasionalnya sendiri dimulai sekitar pukul 06.00 WIB sampai habis. Habisnya kapan? Tak tentu. Jadi kalau mau kebagian, harus ke sini pagi-pagi, ya! Cocok banget untuk sarapan menjelang aktivitas seharian.
Kuliner ini sudah ada setengah abad lebih, tepatnya sejak tahun 1960. Penggemarnya sudah banyak, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Cita rasa yang tidak berubah dan harga yang terjangkau membuatnya diburu oleh para food hunter. Bu Yaoemi yang sekarang menjadi penjual hidangan legendaris ini merupakan putri dari Mbah Cikrak. Beliau tetap menjaga kebiasaan dari ibunya, mulai dari nama warung hingga cara berjualan yang dilakukan di teras rumah. Hal ini menambah suasana rumahan dan kenikmatan saat menyantap kuliner ini.
Dilansir Travelingyuk, santapan yang dibandrol dengan harga berkisar Rp 16.000 ini memiliki lauk-pauk yang komplit. Ada daging, ayam, telur, mie, sambal goreng, lodeh, serundeng, tumis buncis dan wortel dan masih banyak lagi. Bumbunya meresap, rasanya gurih, lauknya matang sempurna, dan bisa tambah sambal! Sangat menggiurkan, ya?
Selain bisa tambah sambal, teman traveler juga bisa tambah krupuk. Satu porsi makanan ini bisa dimakan menggunakan sendok, bisa juga langsung menggunakan tangan atau muluk. Semua tergantung preferensi masing-masing, ya.

Komentar