Wali Kota Ditahan KPK, Roda Pemerintahan Tasikmalaya Tidak Terganggu
ASKARA - Kota Tasikmalaya ditinggalkan Wali Kota Budi Budiman yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Orang nomor satu di Kota Tasikmalaya itu tersandung dugaan suap terkait pengurusan DAK Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.
Budi Budiman ditahan setelah lebih dari satu tahun ditetapkan sebagai tersangka. Lalu bagaimana roda pemerintahan Kota Tasikmalaya pasca penahanan sang wali kota.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengaku terkejut dengan kabar penahanan pimpinannya itu. Namun, dia memastikan roda pemerintahan akan tetap berjalan.
"Saya pastikan dulu ke pengacaranya yang mendampingi ke Jakarta. Kalau itu betul, kita turut prihatin dan sedih," kata dia, Jumat malam (23/10).
Meski demikian, sambungnya, roda pemerintahan tidak akan berhenti. Ivan memastikan tugas pemerintahan akan terus berjalan.
Ivan menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat. Nantinya, Pemprov Jabar akan memberikan arahan ke pemkot untuk jalannya pemerintahan.
"Intinya roda pemerintah harus terus berjalan karena ini kaitannya dengan pelayanan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah warga Kota Tasikmalaya mengaku prihatin atas penahanan sang wali kota oleh KPK.
Salah satu ulama di Kota Tasikmalaya Ustaz Yanyan Albayani mengaku terkejut atas kabar tersebut. Namun demikian, dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak gaduh. Dia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK.
"Kami juga minta KPK menanganinya dengan benar, tak boleh ada unsur politik. Ini diproses hukum murni, bukan sekadar pesanan," katanya.
Ustaz Yanyan menilai, wali Kota Tasikmalaya cukup dekat dengan kalangannya. Banyak perhatian yang diberikan kepada pesantren. Selain itu, Budi Budiman juga cukup rajin membangun insfrastruktur.
"Harus diakui Budi Budiman getol dalam pembangunan infrastruktur. Kami prihatin dan berharap bisa tabah. Kalau dia tidak bersalah, nyatakan tidak bersalah tapi kalau bersalah mudah-mudahan bisa tabah," jelasnya.
Seorang warga Kota Tasikmalaya Enjang Zenal Mutaqqin juga terkejut dengan penahanan kepala daerahnya. Meski telah lama ditetapkan sebagai tersangka, penahanan yang dilakukan kepada Budi Budiman dinilai mendadak.
"Sebagai warga, saya merasa terkejut," katanya.
Menurut Enjang, sosok Budi Budiman selama ini dikenal baik kepada warga. Selain itu, juga dikenal memiliki banyak prestasi, terutama dalam kegiatan pembangunan.
Enjang mengaku merasa kehilangan atas ditahannya wali Kota Tasikmalaya.
"Saya sendiri merasakan apa yang telah dilakukannya. Bahkan di Tasik kini ada bandara dan ada kampus negeri," katanya. (kesatu)

Komentar