Hilang Dua Hari, Mbah Rebo Ditemukan Menggantung di Tebing Makam
ASKARA - Seorang kakek bernama Rebo Wiro Semito (75 tahun) ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di dekat makam Dukuh Kedungbagong, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jumat (23/10).
Mbah Rebo diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dekat makam desa setempat.
Mbah Rebo dinyatakan hilang sejak Rabu (21/10). Pihak keluarga sudah mencari namun tidak membuahkan hasil.
Jasad Mbah Rebo yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat itu ditemukan warga dalam posisi menggantung di tebing area makam pada Jumat sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat mencari di sekitar lokasi, warga menaruh curiga karena mencium bau busuk di sekitar kuburan. Penasaran, warga mencari sumber bau busuk itu. Betapa kagetnya warga saat mendapati tubuh Mbah Rebo menggantung dengan seutas tali senar yang dililitkan pada batang pohon jati. Dari pakaian yang dikenakan, warga menyadari jasad tersebut adalah Mbah Rebo yang dinyatakan hilang sejak Rabu.
Tak lama kemudian, jajaran Polsek Sambungmacan, Koramil Sambungmacan, Puskesmas Sambungmacan, sukarelawan dari PMI Sragen, BPBD Sragen, dan SAR Himalawu tiba di lokasi. Polisi memeriksa jasad Mbah Rebo dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Sementara sukarelawan berusaha mengevakuasi jasad dari Mbah Rebo. Proses evakuasi jasad Mbah Rebo yang sudah membusuk itu disaksikan ratusan warga sekitar.
"Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Jasad Mbah Rebo kemudian dilarikan ke Kamar Jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro," terang Wakil Ketua PMI Sragen Suwarno, seperti diberitakan Solopos.

Komentar