Kamis, 04 Juni 2026 | 07:56
NEWS

Cara Mengantisipasi Ancaman La Nina Paling Penting, Ini Kata Doni Munardo

Cara Mengantisipasi Ancaman La Nina Paling Penting, Ini Kata Doni Munardo
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (Dok BNPB)

ASKARA - Fenomena La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan, berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. 

Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyampaikan, paling penting dalam mitigasi adalah mitigasi nonstruktural. Seperti menekankan aspek perilaku dalam menjaga lingkungan.

"Kalau kita sudah mempersiapkan diri dengan memperhatikan masalah perilaku, menjaga lingkungan dan juga mengantisipasi dengan kesiapsiagaan. Ini akan bisa mengurangi risiko,” ujar Doni di Telaga Saat, Bogor, Selasa (20/10).

Maka dengan menjaga alam, masyarakat dapat menghindari risiko terjadinya korban jiwa. Menurutnya, BNPB telah melihat adanya upaya positif yang dilakukan oleh banyak pimpinan di daerah. 

Tak hanya itu, mereka telah melibatkan banyak komponen dalam mitigasi bencana, seperti dalam merespon informasi curah hujan tinggi untuk disampaikan kepada masyarakat. 

"Mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk mengikuti informasi dari hulu," kata Doni.

Harapannya, informasi tadi ditindaklanjuti oleh masyarakat yang tingga di sekitar hulu. Sehingga mereka dapat mengantisipasi dengan melakukan evakuasi dini. 

"Nah, ketika prosedur ini dilakukan, ketika banjir atau banjir bandang tiba, masyarakat akan selamat," tambahnya. 

Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin sependapat dengan upaya mitigasi. Menurutnya mitigasi bencana ini penting dilakukan di wilayahnya karena kontur wilayah Kabupaten Bogor yang berbukit-bukit. 

"Setiap wilayah berbeda konturnya jadi ada yang rapuh. Jadi kita sisir dulu yang rapuh. Jangan sampai terjadi lagi bencana seperti di awal tahun 2020," imbuh Ade Yasin. 

"Jadi mitigasi ini tidak hanya mengandalkan BPBD ataupun lembaga-lembaga yang resmi tetapi masyarakat pun diminta untuk turun tangan menangani mitigasi ini," tutur Ade.

Semua pihak di wilayahnya diminta untuk terlibat dalam menjaga dan merawat alam. Misalnya upaya yang harus dilakukan seperti tidak mudah menebang pohon atau mengalihfungsikan lahan. 

"Jangan terlalu mudah juga mengalih fungsikan, hutan menjadi, walaupun itu menjadi kebun atau pun menjadi ladang. Tetapi kalau ini merusak, ini sebaiknya segera diwaspadai," pesannya. 

"Jadi kita butuh turun tangan masyarakat, melalui kepala desa dan para RT-RW, untuk memberikan, pemahaman kepada masyarakat bahayanya itu," timpalnya. 

Komentar