Sabtu, 15 Juni 2024 | 08:06
NEWS

Pangdam Jaya Apresiasi Demonstrasi Mahasiswa yang Berjalan Tertib

Pangdam Jaya Apresiasi Demonstrasi Mahasiswa yang Berjalan Tertib
Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja (Askara/Dhika)

ASKARA - Demonstrsi yang digalang gerakan mahasiswa dan elemen masyarakat dalam menolak Undang-undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta berakhir tertib dan damai.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman memastikan bahwa aparat keamanan mampu menjaga jalannya unjuk rasa. Tidak ada tindakan represif, sehingga kondisi menjadi kondusif. 

"Tidak ada gas air mata, tidak ada tindakan-tindakan kekerasan, kita sama-sama sudah saling menyadari bahwa kesadaran untuk cinta Tanah Air ini sekarang luar biasa," kata Dudung di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa malam (20/10). 

Meski sempat terjadi kericuhan, setelah para mahasiswa dan serikat pekerja membubarkan diri. Namun aparat keamanan hanya mengimbau massa yang sebagian besar remaja itu segera pulang. 

Bahkan prajurit Marinir mengawal massa remaja dengan tertib. "Tadi kita antar pulang mereka ke tujuan masing-masing ke rumahnya. Tadi kita antar hanya 30 orang," tutur Dudung.

Pihak keamanan selama aksi yang mengutamakan sikap humanis dan persuasif itu, tentu dapat berdampak positif di mata masyarakat. Dengan demikian pesan yang disuarakan tersampaikan.

"Kita sama-sama dengan kepolisian, jadi kita harapkan tidak ada lah istilahnya tindakan-tindakan yang represif. Sehingga kesadaran antara masyarakat ini semakin meningkat. yang penting aspirasi sudah disampaikan," ucap Dudung.

Pihaknya juga mengapresiasi para peserta aksi yang telah mematuhi aturan tentang menyampaikan pendapat di muka umum. Karena kegiatan tersebut tetap menghormati hak-hak orang lain.

"Saya mengucapkan terima kasih yang jelas mahasiswa dan buruh yang ikut demo luar biasa. Artinya demo damai ini sudah betul-betul mereka lakukan," tandasnya. 

Sebelumnya, massa aksi yang berada di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, di antaranya berasal dari aliansi BEM Seluruh Indonesia dan massa buruh telah bubar. Namun datang sekelompok massa yang ingin berbuat rusuh. 

Penolakan UU Ciptaker telah muncul di berbagai daerah sejak 6 Oktober hingga 16 Oktober lalu. Massa dari elemen buruh, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat lainnya mendesak Jokowi membatalkan UU Ciptaker.

Komentar