Selasa, 09 Juni 2026 | 08:25
NEWS

Pesan Prof Wiku, Kalau Bisa Sih Liburan di Rumah Saja

Pesan Prof Wiku, Kalau Bisa Sih Liburan di Rumah Saja
Profesor Wiku Adisasmito. (Setpres)

ASKARA - Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tinggal di rumah meski akhir Oktober ini terdapat libur panjang. 

Sebab, satgas memprediksi akan terjadi lonjakan penderita virus corona apabila terjadi arus lalu lintas orang. 

"Angka kasus Covid-19 dan penularannya di Indonesia masih tinggi. Apabila tidak mendesak sebaiknya mengurungkan niat berlibur dan tetap diam di rumah," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring, Selasa (20/10).  

Menurut Prof Wiku, Indonesia punya pengalaman terjadi lonjakan penderita virus corona apabila libur panjang terjadi. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi mobilitas orang agar jumlah kasus Covid-19 menurun.  

"Terdapat berbagai studi yang memperlihatkan adanya linearitas antara penekanan mobilitas masyarakat dengan penurunan kasus dan kematian akibat Covid," ujarnya.

Prof Wiku menerangkan, hasil studi yang dilakukan Yilmazkuday (2020) dengan melakukan penelitian di 31 negara. Dari hasil studi itu mendapat gambaran betapa menyumbangnya pergerakan orang terhadap angka pertumbuhan Covid-19. Satu persen peningkatan masyarakat yang berdiam di rumah akan mengurangi 70 kasus dan tujuh kematian mingguan. Sementara, satu persen mobilitas masyarakat menggunakan transportasi umum di terminal, stasiun atau bandara akan mengalami 33 kasus dan empat kematian mingguan. 

Selain itu, satu persen pengurangan kunjungan masyarakat ke tempat perbelanjaan maupun lokasi rekreasi juga akan mengurangi 25 kasus dan tiga kematian mingguan. Sedangkan, satu persen mengurangi kunjungan ke tempat kerja atau work from office (WFO) akan mengurangi 18 kasus dan dua kematian mingguan. 

"Bisa kita bayangkan berapa banyaknya nyawa yang bisa kita lindungi. Kita selamatkan dengan terjadinya pengurangan jumlah kunjungan tersebut tadi," kata Prof Wiku. (jpnn)

Komentar