Cara Menyelamatkan Diri Ketika Terjadi Tsunami
ASKARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan edukasi tentang cara menyelamatkan diri ketika terjadi tsunami.
Ada beberapa hal penting dalam menghadapi sebuah bencana. Tak hanya berguna bagi diri sendiri, kemampuan menghadapi bencana juga dapat menyelamatkan nyawa orang lain.
Video tutorial yang diunggah dalam akun Instagram @infobmkg, Rabu (30/9) menjelaskan jika tidak sempat menyelematkan diri dan terjebak gelombang tsunami tentu harus mengetahui cara bertahan hidup saat bencana terjadi.
"Kalau kita berada di tengah laut saat bencana tsunami datang bergeraklah ke tengah laut jangan ke arah pantai. Karena tinggi gelombang di laut jauh lebih rendah dibandingkan dengan di pantai," kata BMKG.
Sementara jika berada di pantai saat mulai merasakan dan melihat tsunami berlarilah menjauhi pantai, panjat bangunan tinggi seperti tower air atau pohon kelapa.
"Begitu gelombang pertama mulai surut tetap berada di tempat kalian. Tsunami selalu datang lebih satu gelombang dan gelombang pertama bukan yang terbesar," papar BMKG.
Hindari berada di jembatan saat tsunami menerjang karena aliran tsunami akan lebih deras dan kuat di atas sungai. Selain itu, jangan menggunakan mobil saat evakuasi karena sulit menembus kerumuman orang yang memadati jalan.
"Kalau kita tejebak gelombang tsunami di dalam mobil akan sulit membuka pintu karena tekanan air yang besar. Kalau membuka jendela air akan masuk dan mobil akan tenggelam. Belum lagi bahaya tabrakan oleh benda-benda lain yang bisa menghancurkan mobil dari luar. Jika gelombang tsunami mereda, sebisa mungkin tetaplah berada di permukaan air. Kita bisa gunakan benda-benda mengapung sebagai pelampung darurat. Seperti kasur, bantal, kayu, batang pohon, drigen, ban bekas dan lain sebagainya," jelas BMKG.
Dalam kondisi darurat akibat terjadi bencana, masyarakat harus merelakan harta benda saat evakuasi karena tsunami datang sangat cepat dan membawa barang dapat membayakan diri sendiri.
"Membawa barang barang berlebih memperlambat kesigapan evakuasi kita. Kesempatan kita selamat dari bencana akan besar kalau kita tahu cara bertahan hidup ketika tsunami terjadi," kata BMKG.
Sebelumnya, wilayah selatan Pulau Jawa diprediksi akan dilanda tsunami setinggi hingga 20 meter. Gelombang raksasa itu diperkirakan hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai pinggir pantai.

Komentar