Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:01
TRAVELLING

Prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis di Puncak Mahameru, Pengingat Sejarah dan Pemberi Arah

Prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis di Puncak Mahameru, Pengingat Sejarah dan Pemberi Arah
Pemasangan Prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis (Dok Instagram Gunung Indonesia)

ASKARA - Komunitas penggiat lingkungan dan pencinta alam, Gimbal Alas memasang prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis di Puncak Mahameru. Untuk mengenang sosok aktivis mahasiswa pencinta alam Universitas Indonesia.

Soe Hok Gie dan Idhan Lubis meregang nyawa di Puncak Semeru, sehari sebelum ulang tahun Hok Gie, pada 16 Desember 1969. Ada beberapa alasan dipasangnya prasasti tersebut. 

Soe Hok Gie merupakan tokoh muda yang memiliki jiwa nasionalis, visioner dan progresif di zamannya yang mencintai bangsa dan Tanah Air Indonesia. 

"Soe Hok Gie dengan pemikiran pemikirannya yang idealis adalah patriot bangsa yang peduli pada penderitaan rakyat," kata Komunitas Gimbal Alas dalam media sosial Instagram, Rabu (23/9). 

Gie kerapnya disapa merupakan sosok idealis yang mencintai dan berjuang, untuk kelestarian sumber daya alam Indonesia. 

Sekaligus sebagai tokoh pendiri Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia yang menginsiprasi dan menjadi panutan bagi penggiat alam bebas dan pencinta alam di seluruh Indonesia. 

Sehingga setelah tiadanya almarhum menjadi pemicu berdirinya organisasi-organisasi mahasiswa pencinta alam, khususnya pada kampus-kampus perguruan tinggi. Baik negeri maupun swasta di Indonesia. 

"Maka dianggap penting untuk melaksanakan pemasangan prasasti In Memoriam Soe Hok Gie dan Idhan Lubis di Puncak Mahameru dengan kemanfaatan lain," tuturnya.  

Prasasti tersebut juga menjadi titik identitas tempat/lokasi guna memberi pedoman bagi para pendaki, khususnya pendaki pemula. Jika menemukan prasasti tersebut berarti sudah berada di gerbang Puncak Mahameru di ketinggian 3676 mdpl. 

Berpedoman pada prasasti Gie Sebagai titik balik yang memberikan arahan bagi para pendaki dari puncak untuk turun kembali pulang ke camp awal, sehingga mengurangi risiko tersesat. 

Sebagai bahan perenungan diri bagi para pendaki (khususnya pendaki pemula) dengan melihat prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis ini, mereka akan sadar dan ingat pada kematian.

"Sehingga akan menjadikan mereka menjadi lebih waspada, mawas diri dan lebih berhati hati," terangnya. 

Pemasangan prasasti itu dilakukan pada Sabtu dan Minggu, 19 dan 20 September 2020. Dengan letak lokasi pemasangan pada gerbang masuk para pendaki dari lereng bawah menuju area Puncak Mahameru 3676 mdpl. 

Hikmah yang bisa diambil dari pemasangan Prasasti In Memoriam SoeHok Gie dan Idhan Lubis ini bagi para pemuda, mahasiswa, bagi petualang muda dan pendaki gunung masa kini. 

Mereka merupakan faktor kunci bagi keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia, sehingga bisa tetap kritis untuk berpijak pada kebenaran. 

"Memiliki idealisme tinggi, tidak munafik, pantang putus asa dan tidak manja (mengeluh saat ditekan, ganas luar biasa bila diberi kekuasaan)," tandasnya. 

Komentar