Senin, 08 Juni 2026 | 09:48
NEWS

Anak Gus Dur Jadi Anggota Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik TikTok

Anak Gus Dur Jadi Anggota Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik TikTok
Ilustrasi. (The Verge)

ASKAra - TikTok secara resmi membentuk Dewan Penasihat Keamanan se-Asia Pasifik yang terdiri dari para ahli kompeten di bidang hukum dan kebijakan serta akademisi.  

Dewan Penasihat eksternal ini terdiri dari tujuh orang dari berbagai negara di Asia Pasifik yang akan bertugas memberikan nasihat mengenai kebijakan moderasi konten serta keamanan dan kenyamanan pengguna. 

"TikTok telah mengambil langkah positif ke depan dalam meningkatkan kebijakan dan prosesnya dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik," ujar Arjun Narayan selaku TikTok Director of Trust and Safety Asia Pacific saat perkenalan Dewan Penasihat TikTok secara daring, Selasa (22/9). 

Dia mengatakan, dewan penasihat tersebut juga memainkan peran penting dalam mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul di satu wilayah yang bisa memengaruhi platform dan pengguna TikTok. 

"Mereka juga mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut," ujar Arjun. 

Dari Indonesia sendiri terdapat satu orang yang menjadi Dewan Penasihat TikTok Asia Pasifik yakni Anita Wahid, seorang aktivis Gusdurian Network Indonesia and President MAFINDO (Indonesia Anti-Hoax Society). 

"Saya senang bisa tergabung dalam anggota dewan lainnya untuk membahas permasalah di industri saat ini serta memitigasi potensi bahaya ke depannya," jelas Anita yang merupakan puteri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.  

Nantinya, Dewan Penasihat Kemanan TikTok akan melakukan pertemuan di setiap kwartalnya untuk mendiskusikan isu-isu utama. Beberapa kajian yang akan dibahas yakni keamanan daring, keamanan anak, literasi digital, kesehatan mental dan hak asasi manusia, selain itu juga melaporkan pengamatan. (jpnn)

Komentar