Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:31
TRAVELLING

Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka Satu Oktober 2020, Apa Saja Syaratnya?

Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka Satu Oktober 2020, Apa Saja Syaratnya?
Gunung Semeru (Dok superadventure.co.id)

ASKARA - Pendakian Gunung Semeru kembali dibuka setelah setahun ditutup. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan membuka pendakian Gunung Semeru mulai 1 Oktober 2020.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengatakan, keputusan pembukaan jalur pendakian itu melalui rapat koordinasi reaktivasi bertahap pendakian Gunung Semeru, pada masa new normal, Senin (21/9). 

Sejumlah pihak terkait turut hadir dalam rapat tersebut. Terdapat 25 lembaga, termasuk organisasi pegiat alam bebas, yang diundang dan mayoritas hadir.

Ada empat hasil rapat. Pertama, pendakian Semeru menerapkan prosedur operasional standar atau SOP yang berbasis pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

"Pembukaannya bertahap dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19," kata John, Selasa (22/9).

Kedua, seluruh calon pendaki harus terlebih dulu registrasi secara online untuk pemesanan tiket masuk pendakian melalui laman bookingsemeru.bromotenggersemeru.org.

Ketiga, jumlah kuota pendakian dibatasi maksimal 120 orang per hari atau 20 persen dari kapasitas harian 600 orang. 

Keempat, pendakian hanya diperkenankan untuk dua hari satu malam, dengan batas pendakian sampai Pos Kalimati alias seluruh pendaki dilarang ke Mahameru, puncaknya Gunung Sameru.

Untuk tarif masuk untuk pendakian masih tetap. Pada hari kerja atau hari biasa (week day), pendaki lokal dikenai tarif Rp 19.000 per orang per hari. 

Besaran tarif ini mencakup karcis masuk Rp 10.000, tarif kegiatan di dalam kawasan Rp 5.000, serta asuransi Rp 2.500.

Hari libur, pendaki lokal dikenai tarif Rp 24.000 per orang per hari. Tarif ini meliputi karcis masuk Rp 15.000, tarif melakukan kegiatan di dalam kawasan Rp 5.000, plus asuransi Rp 2.500.

Sebelumnya, kegiatan pendakian ke Gunung Semeru dan kegiatan wisata Gunung Bromo ditutup akibat kebakaran hebat pada akhir September 2019. 

Sekaligus bertepatan dengan program rutin tahunan pemulihan ekosistem Bromo-Semeru tiap Januari sampai Maret. Belum rampung pemulihan, awal Maret, pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.

Komentar