Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:52
NEWS

Kronologi Penyerangan Polsek Ciracas, Berawal dari Kecelakaan Tunggal dan Isu Provokasi

Kronologi Penyerangan Polsek Ciracas, Berawal dari Kecelakaan Tunggal dan Isu Provokasi
Penyerangan Polsek Ciracas (Foto: ANTV/Arief Budiman)

ASKARA - Kronologi penyerangan ratusan orang di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/8) dinihari dijelaskan Dandim 0505/JT Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto.

Dikatakan, penyebabnya lantaran provokasi yang timbul dalam insiden kecelakaan anggota Ditkumad, Prada Ilham. 

Prada Ilham mengalami kecelakaan tunggal di simpang lampu merah Jalan Lapangan Tembak Cibubur, Kamis (27/8) malam. Namun insiden itu justru tersiar dengan isu yang memprovokasi. 

"Namun isu yang berkembang dari oknum yang tidak bertanggung jawab, kejadian tersebut dikarenakan pengeroyokan sehingga memprovokasi," kata Rahyanto Edy, dalam keterangan tertulisnya. 

Karena isu provokasi itu, kata Rahyanto Edy, kurang lebih 100 orang tersulut emosinya dan mulai melakukan perusakan sejumlah gerobak di sepanjang Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.

Mereka juga turut merusak Polsek Ciracas dan membakar sejumlah mobil. 

"Menimbulkan lebih kurang 100 orang terprovokasi yang menyebabkan kerugian perusakan gerobak di jalan dan Alfamart hingga pembakaran di Polsek Ciracas," ujarnya. 

Namun, Rahyanto Edy tidak menyebut kalau ada anggota TNI yang terlibat.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, meminta kepada seluruh Komandan Satuan Jajaran Gartap I/Jkt agar membawa anggotanya yang terbukti terlibat dalam aksi brutal tersebut. 

"Apabila ada anggota dari satuannya yang terlibat agar Dansatnya membawa anggota tersebut ke Pomdam Jaya untuk diproses," katanya. 

Dudung berpesan kepada Komandan satuan agar menekan anggotanya untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu liar. "Berikan penekanan agar tidak mudah terprovokasi dengan berita yang belum tentu benar sehingga tidak menimbulkan korban yang tidak bersalah," pesannya.  

Komandan satuan, tambahnya, harus dapat mengantisipasi apabila ada kejadian seperti ini. 

"Segera usut tuntas, serta berikan sanksi yang tegas apabila ada anggota yang terlibat," tegasnya. 

Komentar