Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka, Pendakian Semeru Segera Menyusul
ASKARA - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan bahwa kawasan wisata Gunung Bromo bakal kembali dibuka, pada Jumat (28/8) mulai pukul 13.00 WIB.
Keputusan tersebut dilakukan setelah empat kepala daerah yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang mengeluarkan surat rekomendasi.
Bahkan TNBTS sudah menyusun standar operasional prosedur pelayanan saat pembukaan wisata Bromo. Simulasi juga sudah dilakukan beberapa kali sebelum kawasan Bromo resmi dibuka untuk wisatawan.
"Kami akan terapkan protokol kesehatan secara ketat untuk para pengunjung," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru John Kenedie,
Selasa (25/8).
Pembukaan itu dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan dibuka hanya 20 persen atau sebanyak 739 orang dari total kapasitas 3.341 orang. Kemudian akan ada evaluasi secara berkala untuk meninjau efektivitas pembukaan.
"Jika hasil evaluasinya positif, maka akan kami tingkatkan kapasitas pengunjung secara bertahap. Hingga akan mencapai kapasitas maksimal mencapai 50 persen," tuturnya.
Selain membuka kawasan wisata Bromo, TNBTS akan menyiapkan pembukaan kawasan pendakian Semeru. Jika aral melintang, jalur pendakian ke gunung terfavorit di Pulau Jawa itu bisa dilalui dua pekan setelah Bromo dibuka.

"Kami masih melihat dulu progres pembukaan Bromo ini. Sembari tim juga membersihkan jalur pendakian Semeru. Kalau memang nanti muncul klaster baru, maka dengan terpaksa Bromo kami tutup kembali," terangnya.
Untuk menghindari penumpukan pengunjung, TNBTS hanya akan menjual tiket secara online. Tiket tersebut bisa dipesan melalui situs resmi TNBTS.
Adapun harga masuk ke kawasan Bromo belum berubah. Wisatawan domestik dipatok harga Rp 29 ribu pada hari kerja dan Rp 34 ribu pada akhir pekan. Sedangkan wisatawan asing dikenakan biaya Rp 220 ribu pada hari kerja dan Rp 320 ribu pada hari libur.
TNBTS juga memberikan syarat bagi wisatawan yang ingin membeli tiket. Yakni wajib untuk membawa surat kesehatan bebas ISPA.
"Kami juga sudah sosialisasikan untuk pelaku wisata di kawasan Bromo. Termasuk ke paguyuban mobil Jeep wisata. Untuk kapasitas angkut penumpang, maksimal hanya empat orang," tandasnya.

Komentar