Kamis, 04 Juni 2026 | 07:01
NEWS

Pemerintah Jamin Kelancaran Pasokan Pangan ke Seluruh Wilayah

Pemerintah Jamin Kelancaran Pasokan Pangan ke Seluruh Wilayah
Ilustrasi. (Antara)

ASKARA - Upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 tidak hanya melakukan reformasi fundamental di sektor kesehatan, melainkan halnya dengan ketahanan pangan yang harus ditingkatkan. 

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi ke seluruh wilayah negeri. 

"Efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi dan metode korporasi petani akan terus ditingkatkan," kata Presiden Jokowi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014 itu menuturkan, lumbung pangan atau food estate sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri. 

Bukan lagi cara-cara manual tetapi menggunakan teknologi modern dan pemanfaatan kecanggihan digital. 

"Bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar internasional," ujar Presiden Jokowi.

Saat ini sedang dikembangkan food estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara dan akan dilakukan di beberapa daerah lain.

"Program ini merupakan sinergi antara pemerintah, pelaku swasta, dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja," tandas Presiden Jokowi. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pangan masih cukup. Dalam musim tanam satu, memiliki produksi besar Januari-Juni sejumlah 17,33 juta ton. 

Sedangkan kebutuhan makan dari Januari ke Juni 2021 adalah 15,27 juta ton. Stok akhir di Juni 2020 masih ada 3,86 juta ton. Di musim tanam dua sesuai peringatan BMKG akan terjadi kekeringan dan lain-lain. 

"Maka pencanangan kami dari 7,46 juta hektare itu hanya 5,83 juta hektare. Tentu memilih daerah yang irigasi dan airnya masih tersedia," kata Menteri Syahrul. 

Dia memastikan bahwa sampai Desember 2021, stok beras diperkirakan masih ada hingga 2,56 juta ton. 

"Kami berharap dari sini (Juni-Desember 2021) akan hadir kurang-lebih 13,8 juta ton sampai 15 juta ton beras," ujar Menteri Syahrul. 

Kementan memiliki beberapa langkah untuk memastikan ketahanan pangan. Pengembangan lahan Rawa di Kalimantan Tengah total 164.598 hektare mencakup intensifikasi 84.456 hektare dan ekstensifikasi 79.142 hektare. 

"Kami ada tiga agenda yaitu emergency, temporary (jangka menengah) dan permanen (jangka panjang). Di Kalimantan Tengah tahun ini kami masuk 30 ribu lahan existing baru atau lahan yang kita kembangkan," beber Menteri Syahrul. 

Komentar