Virus Baru Muncul China, Menular dari Manusia ke Manusia
ASKARA - Belum usai pandemi Covid-19, China melaporkan adanya infeksi virus baru. Virus tersebut disebabkan oleh gigitan kutu dan bisa menular.
Sebanyak 37 orang di Provinsi Jiangsu, China Timur, didiagnosis dengan Severe Fever Thrombocytopenia Syndrome (SFTS), atau demam parah pada tahun ini.
Dilansir dari jurnal Science Direct, virus ini didiagnosis dengan SFTS, yang mana pasien ditandai dengan sindrom demam akut dengan suhu di atas 38 derajat celsius.
Sebuah peneliti China, mereka menemukan sebuah virus yang tidak diketahui sampel darah yang terinfeksi dan dari kutu Haemaphysalis yang dikumpulkan dari anjing.
Akhirnya, analisis sekuens genom mengidentifikasi virus itu sebagai anggota baru dari Bunyaviridae atau bunya virus.
Virus ini bukanlah penyakit baru, kasus pertama ditemukan pada 2019 dan sudah diisolasi pada 2011. Kasus serupa juga pernah terjadi pada 2013 di Jepang, dan Korea Selatan.
Penularannya dari manusia ke manusia, itu artinya dapat menyebabkan penularan semakin luas.
Virus ini menular lewat paparan darah dan mukosa penderita yang dapat terjadi ketika seseorang terluka.
Gejala yang terjadi seperti flu, demam dan batuk. Gejala yang terjadi seperti demam trombocytopenia dan perdarahan, bisa berupa gusi berdarah dan bercak di kulit.
Jangan terlalu panik, karena virus ini sudah diprediksi sebelumnya oleh para ahli global health security dan pandemi.
Cara mengantisipasinya adalah dengan melakukan skrining untuk produk impor yang masuk ke Indonesia.
Pada STFS, skrining yang dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap, termasuk serum darah. Meskipun tergolong penyakit kecil, tapi lansia berisiko tinggi tertular. (genpi)

Komentar