Ricoh Dukung Program Pariwisata Indonesia The World Park
ASKARA - Dalam rangka mendukung program Indonesia The World Park, Ricoh melalui PT Modern Data Solusi bekerja sama dengan Yayasan Taman Wisata Dunia selaku penggagas yang diketuai Daniel Kumendong mengadakan program lanjutan berupa peluncuran t-shirt/kaos kampanye Indonesia The World Park.
Peluncuran digelar di Kantor Pusat PT Modern Data Solusi Ricoh Indonesia, Kebayoran Lama, Jakarta pada Rabu, (5/8).
Acara dihadiri sejumlah bupati dan wali kota dari berbagai provinsi. Deklarasi Taman Wisata Dunia sendiri telah dilakukan pada Oktober 2018 dengan tujuan untuk mendeklarasikan Indonesia sebagai negara yang memiliki destinasi wisata terlengkap dan terbaik di dunia.
Acara peluncuran t-shirt kampanye kali ini sebagai program lanjutan Taman Wisata Dunia yang melibatkan UMKM dan industri kreatif yang sejalan dengan cita-cita Taman Wisata Dunia untuk mengangkat ekonomi pariwisata melalui industri terkait.
Head Division Ricoh DTG Eko Purnomo mengatakan, dalam proses produksi t-shirt Indonesia The World Park menggunakan mesin direct to garment milik Ricoh dengan seri Ri IOOO yang merupakan mesin direct to garment terbaik di kelasnya, dan telah memenangkan beberapa penghargaan di antaranya Specialty Graphic Imaging Association's (SGIA) 2019 penghargaan Product Of The Year untuk katagori "Direct to Garment Printers (black shirt)" dan CES 2019 Innovation Awards Honoree, di mana mesin Ricoh Ri 1000 memiliki banyak fitur dan teknologi terbaru.
"Terpilihnya Ricoh sebagai pengusung print digital t-shirt kampanye ini bukanlah tanpa alasan, melainkan karena keunggulan mesin DTG Ricoh yang dapat mendukung secara kualitas dan objektifitas," jelas Eko dalam keterangannya, Jumat (6/8).
PT Modern Data Solusi selaku distributor resmi Ricoh Indonesia juga memiliki produk lain yang unggul di kelasnya seperti production printers (digital printing), MFP (multifunction primers), IWB (interative whiteboard) dan proyektor yang merupakan produk unggulan dengan berbagai penghargaan di tingkat dunia.
"Jumlah mesin tersebut di Indonesia masih terbatas, baru ada sekitar 25 mesin. Harga yang dipatok seharga 275 juta rupiah," tandas Eko. (dispar.bantenprov)

Komentar