Satu di antara kegiatan di masa locked-down akibat pageblug Corona adalah bermain apa yang disebut teka-teki. Berbagai jenis teka-teki antara lain teka-teki bahasa, teka-teki logika, teka-teki pengetahuan, teka-teki kesenian dan teka-teki matematikal. Teka-teki matematikal merambah ke aneka ragam aspek kehidupan antara lain dunia perbankan (sebenarnya secara kelirumologis lebih tepat disebut perbangkan sebab perbankan rawan dianggap dunia ban dalam arti roda kendaraan. Tapi sudahlah, biarkan yang keliru tetap dianggap benar agar saya jangan dianggap sok benar).
Matematikal
Industri perbankan mustahil lepas dari matematika akibat apa yang disebut sebagai dana dan bunga hanya bisa dihitung dengan angka terkait dengan matematika cukup kompleks maka rumit. Industri perbankan mengutamakan kepercayaan nasabah terhadap kejujuran bank. Namun kejujuran industri perbankan tidak cukup dengan kalimat-kalimat manis sebab mutlak wajib dibuktikan dengan angka-angka berdasar anekaragam rumusan matematikal. Komunikasi dan negosiasi antara nasabah dan dengan petugas bank hanya bisa dilakukan dengan dukungan bahasa angka yang dilengkapi bahasa akuntansi yang mutlak merupakan bahasa matematikal. Jika waktu adalah uang maka uang adalah matematika.
Pertanyaan
Beberapa contoh teka-teki perbangkan dalam makna bank di mana masyarakat dapat menyimpan atau meminjam uang antara lain:
Yang pertama: Berapa besar bunga denda sebesar 5% bagi Gareng yang lalai melunaskan hutang sebesar US $2.425 selama 32 hari melampaui batas deadline pelunasan hutang?
Yang kedua: Berapa besar dana yang didepositokan Semar dengan bunga 7,5% yang memberikan bunga setiap seperempat tahun sebesar 600 Euro.
Yang ketiga: Bagong mendepositokan dana sebesar Sing$ 6.000 dengan kesepakatan bunga sebesar 5 1/8% dan memperoleh bunga sebesar Sing$ 51,25. Berapa lama jangka waktu deposito tersebut berlaku?
Yang keempat: Berapa Rupiah dipinjam Petruk dari bank dengan bunga 13,25% mulai 1 Januari sampai dengan 31 Agustus berkewajiban melunaskan bunga total sebesar Rp 125?
Yang terakhir: Berapa besar agunan yang harus disediakan oleh Cakil untuk meminjam uang dari bank milik Arjuna sebesar Rp 3.500.000.000 selama 4,5 tahun dengan bunga 5% per bulan.
Jawaban
Yang pertama: US $10,78 dari hitungan 2.425 X 5 X 32 dibagi 100 X 360.
Yang kedua: 32.000 Euro (100X360X600 dibagi 7,5X90)
Yang ketiga: 60 hari (100X360X51,25 dibagi 6000X5,125)
Yang keempat: Rp 1.421,02 (jika tidak percaya sebaiknya anda hitung sendiri sebab jawaban saya yang gagap kredit ini bisa saja keliru. Jawaban juga bisa beda terkait apakah tahun kabisat atau bukan apabila bukan bulanan tapi harian)
Yang terakhir: Tidak tahu sebab baik Cakil mau pun Arjuna bukan Punakawan dan sejak awal Arjuna tidak percaya kejujuran Cakil maka langsung menolak permohonan Cakil pinjam uang.
Penulis adalah pembelajar tekatekimologi

Komentar