Menjelajahi Taman Nasional Gunung Merapi, dari Kuliner Hingga Rumah Mbah Maridjan
ASKARA - Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di Indonesia. Dengan panorama alam yang indah, Gunung Merapi juga terlihat sangat megah dihiasi hamparan sawah hijau memanjakan mata para pengunjungnya.
Udaranya yang bersih dan sejuk dijamin membuat pengunjung betah di destinasi wisata yang terletak di sebelah utara Kota Yogyakarta ini.
Tak heran, banyak wisatawan mengunjungi Taman Nasional Gunung Merapi berkali-kali karena pesona alamnya yang memikat hati. Di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merapi pengunjung bisa mengunjungi wisata Kaliurang, Tuk Pitu atau Tujuh Mata Air, Kalikuning dan Kaliadem yang juga menjadi tempat-tempat wisata yang populer.
Terdapat sebuah mitos dan filosofi yang melekat pada Gunung Merapi di Yogyakarta ini. Salah satu filosofi terkenalnya adalah Jagat Alit dan Jagat Ageng yang disinyalir merupakan sebuah garis imajiner yang menghubungkan antara Gunung Merapi dan laut Selatan serta Kota Yogyakarta.
Jagat Alit memiliki arti sebuah jalan panjang menuju Sang Pencipta yang tak putus dari berbagai godaan dan kemewahan.
Hal ini juga digambarkan dari planolgi jalan yang terdapat di Kota Yogjakarta yang membujur dari arah selatan menuju arah utara. Gambaran dari godaan tersebut merupakan Pasar Bringharjo dan kompleks Kepatihan, sedangkan Jagad Ageng adalah seorang pemimpin yang harus mendahulukan dan mementingkan kepentingan rakyat.
Sebuah filosofi yang menarik untuk diketahui. Penasaran seperti apa Taman Nasional Gunung Merapi? Simak informasi berikut ini:
Kuliner
Bagi pengunjung yang tertarik berlibur ke wisata alam Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta tidak perlu khawatir dan repot membawa bekal dari rumah. Di kawasan wisata alam ini mudah menemukan pedagang yang menjual beragam panganan.
Selain tidak perlu repot menyiapkan bekal, juga bisa membantu ekonomi para warga lokal dengan membeli dagangannya.
Pengunjung bisa mencicipi beragam macam kuliner mulai dari sekedar jajanan cemilan ringan, makanan berat hingga beragam pilihan minuman yang juga tersedia. Soal harga, tidak perlu khawatir karena cukup terjangkau.
Jika ingin nongkrong di tempat yang nyaman, bisa mengunjungi kafe atau rumah makan.
Di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merapi juga bisa ditemukan banyak rumah makan maupun kafe yang berdiri. Salah satu kafe yang cukup terkenal di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi adalah Water Castel Cafe. Kafe ini cukup populer karena selain menyajikan beragam menu yang lezat juga menghadirkan suasana yang nyaman. Pokoknya urusan perut aman kalau mengunjungi Taman Nasional Gunung Merapi.
Akomodasi Taman Nasional Gunung Merapi
Taman Nasional Gunung Merapi selain dikenal dengan panoramanya yang indah juga dikenal sebagai tempat wisata murah meriah.
Pengunjung cukup membayar biaya tiket masuk seharga Rp 3.000 saja per orang. Jika ingin melakukan kegiatan trekking di sekitar Gunung Merapi bisa membeli tiket wisata volcano trekking.
Terdapat dua jenis tiket wisata trekking yang bisa dipilih, yaitu tiket wisata volcano trekking Kinahrejo dan Kepuhharjo. Keduanya memiliki rute yang sedikit berbeda namun dibanderol dengan harga yang sama dan juga sangat terjangkau, hanya seharga Rp 5.000 per orang.
Taman Nasional Gunung Merapi bisa ditempuh baik dengan menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, atau bahkan mobil besar seperti bus.
Jika membawa kendaraan pribadi maka kamu membayar parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua, Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda enam.
Jika tidak mau melakukan trekking, pengunjung bisa menggunakan ojek dari Kinahrejo menuju salah satu tempat wisata di kawasan Gunung Merapi. Salah satu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan adalah rumah Almarhum Mbah Maridjan.
https://www.askara.co/assets/images/upload/2020/07/20200730033954_normal.jpg
Pengunjung hanya perlu membayar ojek sekitar Rp 20.000 dari Kinahrejo menuju rumah Mbah Maridjan. Pengunjung juga bisa mencoba menjelajahi Taman Nasional Gunung Merapi dengan menggunakan ATV kecil dengan biaya sewa seharga Rp 35.000-Rp 50.000.
Tips Berwisata di Taman Nasional Gunung Merapi
Untuk dapat sampai ke Taman Nasional Gunung Merapi bisa melakukan perjalanan melalui Desa Kinahrejo yang terletak 2 km sebelah timur Kaliurang. Jarak dari Kinahrejo ke puncak merapi adalah sekitar 9 km dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 jam dengan medan yang cukup terjal.
Selain itu, bisa juga melalui daerah Selo Kabupaten Boyolali yang berlokasi diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
Jika akan memulai perjalanan dari Yogyakarta dapat menggunakan bus sampai Kartosuro. Selanjutnya dari Kartosuro menuju ke Boyolali dan akhirnya sampai Selo.
Jalur pendakian akan dilalui dari sisi utara dari Selo yaitu di Desa Tlogolele Boyolali. Desa Tlogolele ini terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian dari Selo akan memakan waktu sekitar 5 jam untuk bisa mencapai puncak Taman nasional Gunung Merapi.
Jalur lain yang dapat ditempuh adalah melalui sisi barat. Perjalanan melalui sisi barat adalah melalui kawasan Sawangan Magelang dan melalui sisi tenggara dari arah Deles, Kemalang Klaten.
Sayangnya, setelah letusan besar pada tahun 2010 lalu jalur pendakian tersebut dialihkan melalui bukit Pronojiwo Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Jika melewati jalur ini maka perjalanan menuju puncak Taman Nasional Gunung Merapi akan memakan waktu sekitar 7 jam dengan jalur yang lumayan terjal.
Tetap Berhati-hati saat di Perjalanan
Selain menggunakan kendaraan pribadi, di kawasan Gunung Merapi pun tersedia transportasi umum yang siap mengantarkan pengunjung berpetualang.
Mengingat perjalanan menuju Gunung Merapi akan melalui beberapa jalan terjal dan menjadi perjalanan yang cukup melelahkan, penting bagi untuk berhati-hati. Pengunjung bisa melakukan beberapa persiapan salah satunya adalah menyiapkan fisik dan kesehatan agar tubuh prima saat melakukan perjalanan. (bobobox)

Komentar