Membedah Kebebasan Berekspresi Lewat Percakapan Seni
ASKARA - Jakarta Biennale bekerja sama dengan Amnesty International menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berekspresi melalui percakapan seni.
Salah satunya dilakukan dalam bincang-bincang virtual bertajuk Konflik Sebagai Bidan Kesadaran: Percakapan Seni dan HAM yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (25/7) pukul 16.00 - 17.00 WIB di Teams Live.
Jakarta Biennale dan Amnesty International akan membahas tentang bagaimana seni memberi kontribusi terhadap percakapan dan perjuangan menyuarakan pelanggaran hak asasi manusia.
"Seniman, lewat karya-karyanya, seringkali menjadi sosok yang memiliki perhatian besar dan mampu mengambil tindakan menyuarakan pelanggaran hak asasi. Berangkat dari hal inilah kolaborasi ini terwujud," kata Direktur Eksekutif Jakarta Biennale Farah Wardani, Sabtu (25/7).
Jakarta Biennale merasa terhormat sekali bisa menjalin kerjasama dengan Amnesty International. Bermula dari saling berbagi gagasan tentang kepedulian bersama bagaimana seni berperan dalam mendukung perjuangan HAM.
"Sekarang bisa merealisasikannya dalam bentuk diskusi publik," kata Farah.
Dipandu Grace Samboh, salah satu kurator Jakarta Biennale 2021, bincang-bincang ini menghadirkan dua seniman dari dua latar belakang dan praktik seni berbeda.
Mereka adalah Badiucao dari Tiongkok dan Tamarra dari Indonesia, berbicara tentang pergulatannya memperjuangkan hak asasi manusia melalui karya dan aktivisme seni. Keduanya memiliki keberanian mengungkap konflik dan ketimpangan hak asasi di sekitar mereka.
Sementara Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyebut salah satu penulis sastra terbaik Indonesia yaitu Pramoedya Ananta Toer yang melalui tangan dinginnya menulis novel-novel sarat unsur sejarah pergolakan. Dia lahir pada 6 Februari 1925 ketika Indonesia masih merupakan koloni Belanda.
"Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu seniman sastra yang pernah dibungkam. Selama 14 tahun di bawah rezim Orde Baru ia dijadikan tahanan nurani tanpa pengadilan," tandas Usman Hamid.

Komentar