Tempat Bersejarah Machu Picchu di Peru Segera Dibuka untuk Wisatawan
ASKARA - Kabar gembira bagi para traveller dunia. Ya, Gubernur Cusco Jean Paul Benavente rencananya akan membuka Kompleks Inca kuno di Peru, Machu Picchu, pada 24 Juli 2020 mendatang.
Meski tanggal pembukaan telah ditetapkan, namun kebijakan protokol kesehatan di lokasi tersebut masih dirancang.
"Kami selalu dalam evaluasi. Awalnya, 24 Juli adalah tanggal yang dikonfirmasi untuk pembukaan kembali, tetapi beberapa elemen yang terkait dengan protokol keamanan hayati sedang diselesaikan," kata Benavente kepada AFP di kota Cusco, bekas ibukota kekaisaran Inca, yang terletak di Peru bagian tenggara. Melansir AFP, Selasa (14/7).
Dia menjelaskan bahwa semua layanan transportasi yang terhubung dengan benteng Machu Picchu, seperti bus, kereta api dan penerbangan, harus disiapkan pada tanggal pembukaan tersebut.
Namun jika semua protokol yang nantinya ditetapkan tidak diikuti para turis, maka penutupan Machu Picchu akan kembali dilakukan.
"Beberapa protokol tidak diikuti, kami akan menundanya (dibukanya Machu Picchu) jika perlu," ujarnya.
Saat dibuka nanti, hanya sebanyak 675 wisatawan yang dapat memasuki Machu Picchu setiap harinya. Sebelum hadirnya pandemi Covid-19, setiap harinya Machu Picchu dihadiri antara 2.000 dan 3.000 orang. Sementara di musim ramai atau dalam masa libur panjang bisa mencapai hingga 5.000 orang pengunjung.
Batas wisatawan tersebut merupakan saran dari para pakar internasional untuk menghindari kemunduran di Machu Picchu, yang telah menjadi Situs Warisan Budaya Dunia sejak 1983.
Akibat pandemi, Peru telah menutup perbatasannya selama empat bulan, yang menyebabkan jatuhnya sektor pariwisata di Cusco sejak Machu Picchu dibuka untuk pariwisata pada tahun 1948.
Sebelumnya, pada tahun 2010 juga sempat ditutup selama dua bulan, ketika sebuah bendungan yang menghubungkan Cusco ke benteng hancur. Kemudian selama keadaan darurat kesehatan saat ini, pemerintah meningkatkan pengawasan untuk mencegah penjarahan arkeologis di wilayah tersebut.
Jika melihat sejarahnya, tempat sejarah ini ditemukan pada 24 Juli 1911, oleh penjelajah dan petualang Amerika Hiram Bingham. Saat itu Machu Picchu, ditutupi dengan vegetasi yang rimbun dan yang keberadaannya tidak diketahui oleh penjajah Spanyol, yang menaklukkan kekaisaran Inca di abad ke-16.
Meskipun penduduk di wilayah itu sudah tahu tentang benteng itu, namun Bingham yang mengumumkan penemuan itu kepada dunia.

Komentar