Mengenal Beberapa Jenis Jalur Sepeda
ASKARA - Tren bersepeda sedang naik daun di masa pandemi Covid-19. Minat bersepeda meningkat terutama di kota-kota besar saat penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Bersepeda menjadi budaya baru masyarakat perkotaan. Di Jakarta, misalnya, yang meningkat cukup signifikan.
Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mencatat peningkatan pengguna sepeda 1000 persen saat PSBB di Jakarta dibanding Oktober 2019. Hal serupa juga terjadi di sejumlah kota seperti Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Bandung, dan Surabaya. Tren penjualan sepeda juga turut meningkat dan pembeli harus antre untuk mendapatkannya.
Terdapat beberapa jenis jalur sepeda yang perlu diketahui para pencinta sepeda. Terutama bagi yang baru memulai aktivitas mengayuh pedal ini di luar rumah.
Pertama ialah jalur sepeda (bike path). Jalur sepeda ini tidak berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain, dapat bersama atau terpisah dengan pejalan kaki.
"Jalur diperkeras (disemen, paving) lebar 1,5 meter. Lokasi dapat dibangun sepanjang tepi jalan raya (jika lebar jalan memungkinkan), sempadan sungai (jalur inspeksi), jalur hijau rel kereta api (urban park connector)," kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno, Jumat (3/7).
Kedua, lajur sepeda (bike lane). Lajur sepeda berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain dan pergerakan manusia, bertumpangan dengan ruas jalan atau pedestrian.
"Jika lebar lebih dari enam meter, rapih, pedestrian dapat digunakan untuk pejalan kaki dan sepeda. Jika tidak, lajur sepeda di tepi kiri jalan, dicat selebar 1,5 meter, warna tegas (rekomendasi dengan warna hijau)," terang Djoko.
Ketiga, rute sepeda (bike route). Jalur ini dikembangkan di kawasan perumahan, perkantoran, terpadu (super blok). Jalur sepeda cukup dipasang rambu dan marka sepeda untuk petunjuk pesepeda di titik-titik strategis Seperti persimpangan jalan, bangunan yang menyediakan parkir sepeda
Pemerintah perlu memperbanyak penyediaan parkir sepeda yang berkualitas. Penyediaan parkir sepeda, baik parkir sepeda gratis atau sewa, seperti di tempat umum.
"Menyediakan informasi terkini tentang lokasi-lokasi parkir sepeda yang ada dan yang akan dibangun,' ujar Djoko yang juga akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata.

Komentar