Selasa, 09 Juni 2026 | 20:32
NEWS

Aplikasi untuk Tekan Penyebaran Covid-19 di Jatim Disiapkan

Aplikasi untuk Tekan Penyebaran Covid-19 di Jatim Disiapkan
Pangkogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus (Puspen TNI)

ASKARA - Guna mempercepat penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Timur, Kogabwilhan II dan Pemprov Jawa Timur menyiapkan aplikasi sistem rujukan satu pintu atau one gate system. 

Melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Pangkogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus berharap, sistem tersebut dapat membantu mengurangi angka kematian pasien Covid-19 akibat terlambat dirujuk atau kamar yang overload.  

Aplikasi sistem tersebut disampaikan Imran saat Rapat Koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jatim dan 99 Direktur Rumah Sakit (RS) rujukan di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur  Selasa (30/6).

"Salah satu poin penting dalam aplikasi ini, adalah adanya Command Center 24 jam yang dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Darurat di Jalan Indrapura Surabaya," ujar Imran.

Petugas Command Center, akan mengarahkan pasien Covid-19 ke RS rujukan berdasarkan tingkat risikonya, serta mencari dan memastikan ketersediaan tempat tidur dan kamar bagi pasien, kata Imran. 

Cara kerja sistem rujukan satu pintu adalah, masing-masing RS rujukan memiliki Person In Charge (PIC), yang bertugas menginformasikan apakah RS-nya bisa menerima pasien Covid-19, serta memperbarui data kepada Command Center di RS Darurat Jalan Indrapura Surabaya.

"Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jadi, jika ada pasien di RS yang akan dirujuk ke RS lainnya, Command Center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu memastikan ketersediaan bed, dan mengarahkan pasien akan dirujuk kemana. Sehingga diharapkan pendistribusiannya lebih baik dan lebih cepat, sehingga tidak terjadi penumpukan," jelas Imran.

Dengan sistem ini, diharapkan dalam waktu dua minggu angka kasus yang ada di Jawa Timur, khususnya di Surabaya Raya dapat ditekan sesuai perintah dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Selain itu, sistem tersebut dapat lebih memperkuat sinergi seluruh pihak dalam memerangi Covid-19. Menurut Imran, tidak boleh mengedepankan ego sektoral masing-masing karena ini permasalahan semua orang.

Komentar