Terimbas Covid-19, Waterpark Disulap Jadi Tambak Lele
ASKARA - Imbas pandemi Covid-19 yang terjadi memang dirasakan oleh semua orang. Salah satu yang paling merasakan adalah pelaku usaha hingga terpaksa melakukan PHK karyawan lantaran lesunya perekonomian.
Meskipun demikian, masih ada para pengusaha yang tetap beritikad baik. Misalnya memberikan izin karyawan untuk mengubah kolam renang sebuah waterpark menjadi tambak lele.
Cerita ini viral di dunia maya karena keunikannya. Unggahan berupa video diunggah akun Twitter @sabiladinta pada Minggu (21/6). Kolam renang tersebut diketahui berada di Fun Park Villa Water Adventure, Gunung Putri, Bogor.
"Kolam renang Fun Park Villa Blok W bangkrut, beralih fungsi dulu jd kolam lele guys :")," cuitnya.
Alih fungsi dari kolam renang menjadi tempat budidaya ikan lele itu bukanlah kebijakan perusahaan, melainkan inisiatif dari mantan karyawan Fun Park yang terkena PHK. Dengan memanfaatkan kolam renang, membudidayakan lele bisa menjadi alternatif bagi mereka untuk bertahan.
Menurunnya kunjungan ke Fun Park akibat pandemi Covid-19 membuat manajemen memutuskan untuk menutup bisnis kolam renang tersebut. Meski demikian, para karyawan yang terkena PHK merasa bersyukur dan berterima kasih karena diizinkan pihak manajemen untuk memelihara lele di kolam renang.
Selain sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan hidup bagi 20 karyawan Fun Park yang terkena PHK, sebanyak 500 benih lele jumbo yang disebar juga mampu mengurangi jentik nyamuk yang ada ketika kolam tidak dipakai. Sebelum pandemi Covid-19, pihak manajemen Fun Park pernah mengeluarkan biaya besar untuk pembersihan kolam.
Hal tersebut dilakukan setelah wahana bermain diterjang banjir besar pada Januari 2020. Berbagai upaya dilakukan para karyawan untuk menjernihkan kembali air kolam yang keruh. Setelah berhasil dibersihkan dan pengunjung kembali, pandemi Covid-19 menghantam dan wahana pun akhirnya ditutup.
Kisah tutupnya Fun Park Villa hingga beralih fungsi menjadi tambak lele sementara bukanlah satu-satunya. Beberapa bisnis lainnya seperti hotel juga terpaksa menghentikan operasional usahanya lantaran terdampak pandemi Covid-19.
Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menunjukkan, sebanyak 1266 hotel di 31 provinsi telah ditutup. Pandemi Covid-19 itu juga berimbas pada industri penerbangan nasional. Bahkan, INACA (Indonesia National Air Carriers Association) mengharapkan keringanan dan insentif dari pemerintah guna menyelamatkan mereka dari kerugian lebih besar.
Sama seperti bisnis lainnya yang terpaksa gulung tikar lantaran operasional yang terhenti, sejumlah maskapai penerbangan maupun hotel dihadapkan pada pilihan sulit seperti merumahkan sementara dengan jangka waktu yang tak ditentukan atau melakukan PHK terhadap para karyawan. (boombastis)

Komentar