Sang Raja Kera Sun Go Kong
Sejak saya lahir sampai usia 17 tahun, saya tinggal di Jl. Kelenteng, Bandung. Maka tidaklah heran tokoh fiksi pertama yang saya kenal bukanlah Donald Bebek ataupun Superman melainkan Sun Go Kong.
Sun Go Kong adalah tokoh utama dari novel yang berjudul “Perjalanan Ke Barat” hasil karya dari Wu Cheng-en. Kisah perjalanan ke Barat ini merupakan cerita dari seorang biarawan bernama San Zang (biksu Thong Sam Chong) dengan tujuan mencari kitab suci (Tripitaka).
Terlampir CV dari Sun Go Kong
Sun Wukong dalam bahasa Hokkian menjadi Sun Go Kong. Tempat lahir Gunung Huaguo. Tinggi badan 1,33 m. Senjata dari Go Kong adalah tongkat sakti (Toya) - Ruyi Jingu Bang yang beratnya 13.500 kati (8.100 kg). Dalam tubuh Go Kong terdapat 84.000 helai bulu yang bisa dirubah menjadi pelbagai macam bentuk maupun makhluk sesuai dengan keinginannya.
Ia juga menguasai ilmu Pian-hoa atau Ilmu untuk mengubah diri menjadi 72 macam wujud lainnya. Misalnya menjadi manusia, hewan, pohon ataupun benda-benda lainnya. Go Kong juga mempunyai kendaraan berupa Awan “Kinton” yang mampu membawa Go Kong terbang dengan jarak 108.000 li (540.000 km) = 12 x lingkaran bumi. Go Kong mempunyai kemampuan untuk melihat wujud asli siluman. Pokoknya keren!
Pengalaman kerja sebagai penjaga kuda maupun Tukang Kebun di Khayangan, Ia dihukum di bawah Gunung Wu Sing selama 500 tahun, karena sering bikin onar di Khayangan. Namun akhirnya di bebaskan dengan persyaratan harus bersedia mendampingi biarawan bernama San Zang (biksu Thong Sam Chong) dalam perjalanannya ke Barat (India) untuk mengambil Kitab Suci Buddha (Tripitaka).
Dalam perjalanan tersebut Tom San Cong diuji dengan 33 cobaan dan 99 rintangan. Angka tersebut merupakan kiasan tentang lika-liku perjalanan kehidupan manusia dalam mencapai mokso kepada Sang Hyang Widhi.
Tokoh Sun Go Kong itu jelas adalah tokoh fiksi. Namun apakah tokoh Tom San Cong (Hsuan-tsang) yang dalam Novel perjalanan ke Barat ini benar-benar pernah hidup di Tiongkok? Dari beberapa literatur menunjukkan bahwa tokoh Hsuan-tsang ini bukanlah tokoh fiksi.
Ia adalah seorang biksu yang ditasbihkan ketika berumur 13 tahun. Ia hidup di Tiongkok sekitar tahun 602-664, dikenal juga dengan nama aslinya Chen-I, mendapatkan gelar San-Tsang atau Mu-Ch\'a-T\'i-P\'o (Moksadeva) atau Yuan-tsang (di Jepang dikenal dengan nama Genjo).
Beliau tercatat sebagai biksu dan penziarah dari Tiongkok yang terbesar sepanjang sejarah dan hidup pada masa Dinasti Tang (618-907). Beliau menunggang kuda melakukan perjalanan ke India melewati Himalaya selama 4 tahun perjalanan (dalam usia 23 tahun).
Namun apakah anda tahu bahwa Biksu Tom San Cong itu sebenarnya adalah seorang Ulama Muslim? Ia menuju ke Barat bukannya mau ke India melainkan mau ke Mekkah ! Please, jangan ngawur Cup sebab selainnya pamali ini durhaka. Tom Sam Cong hidup di zaman Dinasti Tong (618-907 M) setelah Nabi Muhammad SAW (570-633 M) adalah seorang Muslim/Islam, bukan pengikut Budha/Nabi Gautama seperti anggapan sebagian orang.
Beliau Adalah Seorang Muslim
Tom San Cong melakukan perjalanan selama 17 tahun mengembara untuk menjemput Kitab Suci di Barat. Wilayah Barat atau She Thien itu Arab, sedangkan India adalah Thien Tok.
Sebelumnya Mang Ucup dirajam secara berjemaat di Medsos, lebih baik saya cabut ngacir dahulu, sebab apa yang saya ungkapkan di atas ini hanya hasil dari copy paste dari artikel mbah Google. Untuk ini silahkan cari sendiri, karena saya sendiri tidak tahu dan juga tidak bisa membuktikan akan kebenarannya.
Saya mohon maaf terutama kepada sahabat semua yang merasa tersinggung oleh coretan Mang Ucup yang menyesatkan ini. Komentar maupun saran dan kesannya saya tunggu. Maturnuwun sanget berkah dalem.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar