Rabu, 10 Juni 2026 | 13:19
NEWS

Stasiun Terpadu Akan Diperbanyak

Stasiun Terpadu Akan Diperbanyak
Peresmian Stasiun Terpadu Tanah Abang. (Pemprov DKI)

ASKARA - Stasiun Terpadu yang terpusat di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman, Jakarta resmi dioperasikan, Rabu (17/6).

Stasiun terpadu dimaksudkan untuk meningkatkan integrasi antar moda kereta api dan transportasi umum lainnya di Jakarta. Berdasarkan kolaborasi BUMN melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemprov DKI melalui PT MRT Jakarta (Perseroda).

Perjanjian kerja sama yang dilakukan adalah menata kawasan dengan meningkatkan prasarana di dalam stasiun. Tak hanya itu, juga ketersediaan halte di sekitar stasiun serta manajemen sirkulasi penumpang dan kendaraan. 

Hal itu dilakukan untuk mengurai kemacetan di sekitar kawasan stasiun melalui izin pemanfaatan lahan stasiun milik KAI. Contohnya di Stasiun Tanah Abang, KAI menyediakan izin pemanfaatan lahan seluas 3578 meter persegi untuk mendukung penataan.

Pemanfaatan lahan juga untuk pengendapan dan naik turun ojek online, ojek pangkalan, bajaj, bus kecil (Jak Lingko dan regular), halte Transjakarta, Mikrotrans, dan lain-lain.

"Peresmian Stasiun Terpadu ini menunjukkan telah terbangunnya ekosistem yang sehat antara BUMN, BUMD, dan pihak swasta dalam memberikan layanan transportasi terintegrasi bagi masyarakat. Hal ini juga merupakan keinginan dari Presiden Jokowi agar Jakarta sebagai ibu kota memiliki sistem pengelolaan transportasi terpadu yang saling terhubung," jelas Menteri BUMN Erick Thohir. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa stasiun terpadu akan semakin mempermudah akses pengguna jasa transportasi untuk berganti moda. 

"Perjalanan menjadi lebih efisien karena lebih hemat waktu dan biaya," katanya.

Menurut Budi Karya, ke depan, stasiun terpadu akan diperbanyak. Di mana, saat ini stasiun terpadu juga telah hadir melayani masyarakat seperti Stasiun KA Bandara Kualanamu, Stasiun KA BIM, Stasiun  LRT Palembang, Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta, dan Stasiun KA Adi Soemarmo. 

"Ke depan stasiun integrasi semacam ini akan semakin kita perbanyak dan tingkatkan," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penataan stasiun merupakan salah satu program utama Provinsi DKI sebagai bagian untuk kemudahan para pengguna transportasi umum. Hal ini tidak lain harus ditopang dengan kondisi fasilitas transportasi umum yang sama majunya.

"Ini adalah salah satu cara dalam mengapresiasi tingginya animo masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Animo yang positif ini kami jaga dengan menghadirkan stasiun yang lebih nyaman, bersih, dan efisien," jelasnya.

Anies menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang baik dari semua kalangan. Sebab hal tersebut yang mewujudkan kehadiran stasiun terpadu.

"Dari pemerintah pusat yaitu Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah hingga swasta. Dari Pemprov DKI sendiri melalui dinas perhubungan, dinas bina marga, dinas pertamanan dan hutan kota, PT MRT dan PT Transjakarta serta Perumda Sarana Jaya dan Perumda Pasar Jaya yang tetap berdedikasi di tengah pandemi menuntaskan penataan ini," paparnya.

Stasiun terpadu juga mengkolaborasikan bersama pihak swasta seperti Gojek Indonesia dan Grab. Peresmian yang bertepatan dengan ulang tahun ke-12 PT MRT Jakarta menjadi komitmen PT MRT Jakarta sekaligus Dinas Perhubungan DKI untuk memastikan empat stasiun terpadu tahap awal yaitu Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Juanda dapat terlaksana.  

Pada kesempatan peresmian ini sekaligus dilakukan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Tentang Penataan Kawasan Stasiun PT Kereta Api Indonesia secara Terintegrasi di Wilayah Provinsi DKI Jakarta melalui Rencana Aksi Jangka Pendek. 

Kerja sama tersebut diresmikan antara Pemprov DKI, PT KAI dan PT MRT Jakarta. 

Kerja sama penataan akan terfokus pada empat stasiun terpadu lanjutan yakni Stasiun Manggarai, Stasiun Palmerah, Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Tebet.

Komentar