KAI Klaim Koordinasi Bersama Pemprov DKI dan Pemkot Bogor Ampuh Atasi Penumpukan Penumpang
ASKARA - Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo mengklaim tidak akan ada lagi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun seperti yang terlihat di Stasiun Bogor.
Hal itu menurutnya, setelah dilakukan koordinasi antara pihaknya bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bogor. Terlebih dengan penambahan bus penyangga dan jam jeda shift kerja selama tiga jam.
"Hari ini kita menyaksikan hasil koordinasi yang sangat bagus antara kami sebagai operator bersama dengan pak Gubernur Pemprov DKI Jakarta, dan bapak Wali Kota Bogor," ujarnya di Stasiun Bogor, Senin (15/6).
Dengan pembatasan kapasitas kereta, kata dia, diperlukan koordinasi antara berbagai pihak. "Artinya, imbauan dari hulu untuk shift kerja itu bisa diatur. Kita tunjukkan hari ini bahwa Bogor lebih tertata dibandingkan minggu lalu," katanya.
Didiek menyampaikan, hingga pada pukul 06.00 WIB penumpang KRL dari Bogor telah mencapai 5.000 orang. Waktu tersebut memang menjadi jam sibuk yang diharapkan bisa berkurang seiring dengan penyediaan bus penyangga dari pemerintah terkait.
Namun, Didiek mengimbau agar pengguna kereta api tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
"Kerja sama psychical distancing. Dan apabila kita melihat seperti ini maka kenyamanan semakin hari akan semakin meningkat," tandasnya.

Komentar