Jumat, 12 Juni 2026 | 23:36
OPINI

Mengeluh vs Move On

Mengeluh vs Move On
Foto kenangan Mang Ucup dengan mobil mercy nya

Allah telah menjawab doa saya dengan ajakan, daripada menjerit dan mengeluh capai tiada hentinya lebih baik move on! Masa seorang jagoan tua seperti Mang Ucup mengeluh capai, malu sama anak cucu! Apa kata dunia?

Perilaku si Ucup sekarang ini sama seperti juga seorang anak ABG cengeng yang mau gantung diri di bawah pohon pisang karena ditinggal oleh gebetannya sang yayang. Pada saat ini berapa juta orang yang merasa menderita jatuh terpuruk karena kehilangan.

Misalnya kehilangan orang yang kita kasihi, kehilangan pekerjaan, kehilangan kesehatan, kehilangan harta, kehilangan masa depan bahkan sampai kehilangan ingatan alias jadi pikun! Oleh sebab itu untuk membangkitkan semangat hidupnya kembali kita berikan dorongan dan semangat dengan ucapan move on atau maju dong !

Definisi move on berdasarkan Webster “to go on to a different place” atau ajakan untuk pergi beranjak maju ke tempat lain!Namun kalau boleh jujur saya “tidak mau move on” beranjak ke depan, saya ingin balik ke masa lampau seperti sebelumnya terjangkit pandemi corona. Dimana saya masih sehat, saya masih punya kerjaan, saya masih punya gebetan, saya masih punya mobil, hidup saya masih tentram dan damai.

Namun sekarang apalagi punya mobil uang untuk beli beras saja sudah tidak ada. Belum lagi terkena penyakit dan istri pun sudah minggat karena tidak mau punya suami miskin. Dahulu ketika masih kaya, banyak sekali teman yang datang berkunjung, sedangkan sekarang hanya dikunjungi oleh debtcolektor saja!

Kalau saya jujur, keinginan saya hanya satu saja “tidak mau move on”. Saya ingin balik kembali ke masa sebelum corona, dimana usaha saya masih jalan dan masih punya pekerjaan dan juga masih sehat! Sekarang dalam usia di atas lima puluh tahun mana mungkin saya bisa move on untuk bisa dapat pekerjaan baru ataupun pasangan hidup baru lagi.

Begitu juga dengan orang yg barusan ditinggal minggat oleh sang Yayang, yang sudah pasti mereka semuanya tidak mau move on. mereka inginkan ialah sang yayang balik kembali seperti dulu. Tapi, bicara seperti itu mudah dengan yang bagus seperti New Normal = New Spirit.

Namun dimana saya bisa dapat pekerjaan baru dan bagaimana usaha saya bisa bangkit kembali tanpa modal. Bagaimana saya bisa bayar hutang-hutang saya setelah di phk dan dimana saya bisa dapat pasangan baru lagi. Yang saya inginkan dan harapkan saat sekarang ini ialah Old Normal walaupun dgn Old Spirit sekalipun tidak masalah.

Tidak percaya? cobalah tanya sama istri di rumah, mana yang lebih indah masa sekarang yang sudah sweet seventy ataukah ketika masih remaja sweet seventeen?

Mang Ucup menulis artikel ini sambil mengenang masa lampau, dimana saya masih muda dan ganteng dan juga masih memiliki uang yang berlimpah ruah. Di samping itu last but not lease masih punya rambut alias belum botak seperti sekarang ini.

Namun semuanya ini hanya tinggal kenangan belaka. (Terlampir foto ketika usia 22 tahun dengan mobil mercy saya yang pertama). Saya tidak ingin move on untuk jadi lebih botak dan lebih tua lagi! Namun yang sudah bisa dipastikan lokasi move on berikutnya yang tidak bisa dihindari oleh mang Ucup adalah liang lahat !

Mohon saran dan pendapatnya apabila coretan saya ini ngawur dan tidak benar! Maturnuwun sanget berkah dalem.

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar