Minggu, 07 Juni 2026 | 14:30
NEWS

Belum Ada Dampak Kerusakan Akibat Gempa 6,8 SR yang Mengguncang Maluku Utara

Belum Ada Dampak Kerusakan Akibat Gempa 6,8 SR yang Mengguncang Maluku Utara
Ilustrasi gempa. (geo.tv)

ASKARA - Gempa bumi dengan magnitudo 6,8 pada skala richter (SR) mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (4/6). Episenter gempa tersebut berada pada koordinat 2.93 LU dan 128.19 BT. 

Tepatnya di laut pada jarak 99 km arah Utara Kota Daruba, Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 111 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina. 

Menurut analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina,” jelas Daryono di Jakarta, Jumat (5/6).

Guncangan gempa tersebut dirasakan di Morotai dalam skala intensitas IV MMI dan membuat warga berlarian ke luar rumah.

Sedangkan di Manado, Bitung, Minahasa, Bolmong, Ternate, Sitaro, Tahuna, Tobelo, Sofifi, dan Talaud guncangan dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI. 

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," terangnya. 

Berdasarkan monitoring BMKG hingga Kamis (4/5) pukul 16.03 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Komentar