Komisi X: Jangan Gegabah Buka Sekolah di Tengah Covid-19
ASKARA - Pemerintah diminta tidak gegabah memutuskan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka.
Hal itu disampaikan anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menanggapi rencana kembali dibukanya sekolah di tengah pandemi Covid-19
Menurutnya, jika ada daerah yang sudah siap maka pelaksanaannya harus bertahap.
"Jangan gegabah memutuskan untuk membuka sekolah di masa pandemi Covid-19. Kalaupun akan dilakukan, sebaiknya secara bertahap," kata Ferdiansyah, Senin (1/6).
Dia mencontohkan, sekolah yang berada di zona hijau bisa kembali memulai pembelajaran tatap muka tetapi harus memenuhi syarat sesuai protokol kesehatan.
Itu pun jumlah siswa dalam satu kelas tidak boleh terlalu banyak. Maksimal 20 orang. Sedangkan sekolah di zona merah dan kuning, tidak dulu dibuka saat ini.
Ferdiansyah menjelaskan, sekolah yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka harus memerhatikan keberadaan wastafel, sabun pencuci tangan, kebersihan kelas dan sekolah lewat penyemprotan disinfektan, serta prosedur tanggap Covid-19 lainnya.
"Intinya Kemendikbud harus melakukan konsultasi dan koordinasi sama gugus kendali Covid-19, Kemenkes, pemda baik provinsi, kabupaten/kota, pemangku kepentingan. Teknisnya tentu akan ada perbedaan di antara daerah dikarenakan situasi dan kondisi yang berbeda. Selain itu juga harus memperhatikan karakter berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan," bebernya.
Dia kembali menegaskan, pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 bukan hal mudah karena menyangkut nyawa manusia.
Apalagi untuk siswa jenjang pendidikan dasar maupun menengah masih banyak yang belum paham tentang physical distancing. (jpnn)

Komentar