Minggu, 07 Juni 2026 | 11:41
NEWS

Angka Kematian Rendah, Ini Kunci Sukses Jerman Tangani Covid-19

Angka Kematian Rendah, Ini Kunci Sukses Jerman Tangani Covid-19
Dubes RI untuk Jerman Arief Havas Oegroseno. (Dok. BNPB)

ASKARA - Tingkat fatalitas pasien virus corona di Jerman per 28 Mei 2020 telah berada di titik rendah yaitu empat persen. Sedangkan tingkat kesembuhan mencapai 82 persen.

Duta Besar RI untuk Jerman Arief Havas Oegroseno mengatakan, angka empat persen sangat rendah di Eropa. Dibanding Belgia 16 persen tingkat fatalitasnya, Prancis 14 persen, Italia 13 persen, dan Spanyol 10 persen. 

"Kondisi yang terakhir ini pada 28 Mei, di mana pada hari ini tercatat 180 ribu warga di Jerman yang terinfeksi dan 164 ribu yang sembuh atau recover," ujarnya dalam konferensi video BNPB, Sabtu (30/5).

Jerman menunjukkan angka kesembuhan mencapai 82 persen. Kemudian tingkat fatalitas 8450 orang atau sekitar empat persen dari total warga yang terinfeksi. 

Sejak kasus pertama Covid-19 terjadi pada 27 Januari, pemerintah Jerman segera membentuk tim penanganan. 

Dua pekan sejak ditemukan kasus pertama, pemerintah Jerman pun menerapkan kebijakan lockdown. Kemudian sejak 24 Februari mulai menggalang dana terkait vaksin Covid-19.

Dubes Arief menjelaskan, jumlah warga Jerman yang terkena Covid-19 mencapai 100 ribu per 28 April. Kendati demikian pemerintah Jerman terbilang cukup baik dalam penanganan pandemi. 

"Nah, kita melihat dari sejak lockdown pertama 13 Maret sampai Bundesliga 16 Mei bermain itu adalah waktu yang tidak terlalu lama, dua bulan," tuturnya. 

Terbukti sejak penerapan lockdown hingga Jerman kembali mengadakan pertandingan sepak bola telah menghasilkan perkembangan yang baik. 

"Dari jumlah infeksi yang sangat tinggi menjadi 50 orang per 100 ribu juga tidak terlalu lama, hanya dua-tiga bulan. Ini merupakan satu prestasi yang mendapatkan suatu pandangan positif pihak masyarakat internasional," jelas Dubes Arief.

Salah satu faktor kesuksesan penanganan Covid-19 di Jerman adalah adanya infrastruktur kesehatan yang memadai. Negeri Panser memiliki sekitar 2000 rumah sakit, 28 ribu tempat tidur MCU (medical check-up) hingga 35 ribu ventilator.

Terlebih, pemerintah Jerman juga memiliki respons kebijakan yang cepat terkait pengadaan vaksin. Saat ini Jerman tengah melakukan uji klinis vaksin Covid-19 terhadap manusia.

"Jerman juga memiliki kebijakan yang cepat tentang vaksin. Jadi dana riset tentang vaksin itu sudah mencapai 3,5 miliar Euro," beber Dubes Arief. 

"Dan pada 23 April lalu clinical trial test untuk Covid-19 terhadap manusia sudah dilakukan, sudah ada 200 subjek. Dan awal Juni ini diharapkan sudah ada pengumuman," tambahnya. 

Komentar