Senin, 08 Juni 2026 | 01:11
NEWS

Pushidrosal: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

Pushidrosal: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi
Grafik pasang surut Benoa 1-27 Mei 2020. (Pushidrosal)

ASKARA - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem dan gelombang tinggi serta rob di Perairan Pantai Samudera Hindia pada akhir Mei.

Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kemungkinan bisa terjadi lagi di pesisir pulau-pulau Indonesia yang berbatasan dengan Samudera Hindia. Namun demikian, masyarakat diharap tenang dan tetap waspada terhadap kemungkinan dampak yang timbul karena ini merupakan fenomena alam.

Demikian dikatakan Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menanggapi fenomena banjir di pesisir dan gelombang tinggi yang terjadi pada Kamis (28/5) di Bali dan Lombok.

Menurutnya, gelombang tinggi yang menghantam Pantai Selatan Bali dan Lombok dan puncaknya pada 28 Mei merupakan fenomena alam yang bersumber dari dua kejadian berbeda dalam waktu bersamaan yaitu angin kencang akibat Topan Amphan di Samudera Hindia Timur Laut yang menimbulkan gelombang tinggi dan tinggi muka air laut di Bali dan Ampenan yang pada saat itu masuk periode Spring Tide, di mana tunggang air besar.

"Pada saat kejadian gelombang tinggi bertepatan dengan awal bulan atau kira-kira tanggal 1-5 kalender Hijriah. Kondisi muka laut pada periode ini dikenali dengan beda muka laut yang tinggi yang dikenal dengan Spring Tide. Tercatat beda muka laut pasang dan surut saat kejadian adalah 1,5 meter di Benoa dan 1,2 meter di Lembar," jelas Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro.

Penggunaan tide gauge dengan kebutuhan pengolahan data pasang surut per jam tidak selalu dapat merekam kejadian gelombang tinggi yang durasi periode antara tiga sampai sembilan detik. Alat perekam yang cocok untuk gelombang adalah wave recorder.

Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional yang berkewajiban menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi untuk menjamin keselamatan pelayaran senantiasa menggelar survei hidro-oseanografi di seluruh perairan Indonesia.

"Pushidrosal juga melaksanakan perekaman data gelombang. Namun demikian hanya pada saat pelaksanaan survei hidro-oseanografi berlangsung, tidak seperti pasang surut yang diamati dalam periode panjang," kata Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro.

Komentar